Minggu, 24 Juni 2009, pimpinan Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Ulul Albab KH. Drs. ASep Sudrajaat M.M, di undang untuk mengisi siraman ruhani pada acara pernikahan di Kota Garut.
Dalam ceramahnya beliau menjelaskan bahwa peran pemerintah saat ini kurang maksimal terutama pada aspek-aspek ubudiayah yang tidak mendatangkan profit. Beliau mencontohkan bahwa kalau dalam pelaksanaan Ibadah haji pemerintah melalui departemen Agama membentuk kepanitiaan haji bahkan saat ini ada istilah waiting list (menunggu giliran), tapi kenapa dalam hal melaksana kan ibadah shalat pardu tidak ada sama sekali perhatiannya. Bahkan tidak jarang keluar celotehan “ah shalatmah nafsi-nafsi weh/masing-masing aja”. Disinilah letak sekulernya pemerintah. Pemerintah sudah mulai membedakan antara perkara agama dengan Negara, padahal dalam Islam tidak ada istilah urusan Negara ini urusan agama. Jadi Negara ini harus dibenahi oleh kita, apabila kemarin orang lain yang menjadi penguasa maka sekarang giliran kita untuk menjadi pemimpin atau kholifah fil-Ardh.
Selain itu beliau juga menyayangkan terhadap peran lembaga pendidikan saat ini sudah kurang mendapat perhatian. Kalaulah anak telat membayar SPP langsung ditegur dan langsung disuruh pulang tetapi kenapa ketika anak ketinggalan bahkan tidak melaksanakan shalat tidak ada sedikitpun teguran. Bahkan sudah menjadi rahasia umum tidak sedikit dari kalangan guru pun yang masih enggan melaksanakan shalat fardu (jum'at). Pernah suatu ketika beliau mengajak salah satu guru yang sedang bermain catur untuk melaksanakan shalat jum'at namun dengan tanpa malu beliau menjawab silahkan duluan saya shalat jum'at dirumah saja. Padahal rumah guru tersebut jauh dari sekolah.
Kenapa saat ini kemunkaran semakin marak dinegara kita?
1. Tidak adanya peran pemerintah dalam menangani shalat lima waktu. Oleh karena pemerintah kurang memperhatiakan masalah shalat maka tugas kitalah untuk sama-sama meningkatkan perhatian terhadap anak kita dalam melaksanakan kewajibannya. Dan kita juga sebagai umat islam dirikanlah sholat karena sholat adalah ibadah yang paling utama, kita lihat sejarah turunnya perintah zakat, puasa, haji diturunkan di bumi, sedangkan perintah sholat itu sendiri langsung di sidrotul muntaha. Tapi sekarang kebanyakan umat islam seakan tidak bangga akan islam, bila kita lihat umat islam dalam membawa quran mereka bawa kitab itu seperti bawa buku atau barang biasa, padahal bila kita lihat orang Kristen, mereka bangga akan kitab mereka yakni injil walaupun itu palsu. Dan kita ini seolah menjadi babu di negeri kita karena ketidak banggaan kita terhadap islam, banyak wanita tidak mau memakai jilbab, adapun memakai jilbab, jilbab gaul. Sedangkan kata rosul ada tiga perempuan yang tidak menutup aurat atau telanjang, yang pertama yaitu perempuan yang memakai baju ketat, yang kedua yang memakai baju tipis dan yang ketiga perempuan yang memakai baju kurang bahan atau kebawah tak nyampai dan keatas juga tak sampai. Dan yang menjadi ciri lagi bahwa umat islam tidak bangga akan islam ialah dijadikannya masjid atau halaman masjid sebagai tempat maksiat, yang harusnya masjid ini menjadi qurrota a'yun malah mengotori pandangan kita.
2.Kurang memegangnya orang muslim terhadap identitasnya sebagai muslim yaitu Sholat fi awwali waktiha (sholat diawal waktu). Padahal sudah kita ketahui apabila kita sebelum adzan sudah berwudlu dan berada di mesjid, maka di akhirat nanti wajah kita akan bersinar bagai sinar matahari. Dan kita lihat lagi masjid-masjid di kota kota besar ini pada besar-besar tapi isinya sedikit. Dan seharusnya masjid itu kita jadikan sebagai posko umat islam, untuk membahas berbagai permasalahan, baik itu pendidikan, ekonomi, politik maupun social asalkan jangan dijadikan pasar. Tapi kebanyakan umat islam itun terpengaruh oleh orang-orang sekuler yaitu melarang umat islam melakukan musyawaroh di masjid yang bertujuan agar umat islam terpecah belah. Maka agar umat islam ini tidak terpecah belah maka jadikanlah masjid sebagai posko umat islam, salah satunya itu dengan shalat jama'ah. Karena ada hadis yang menyebutkan bahwa sholat berjama'ah itu lebih baik daripada sholat sendiri (assholatu jamati tafdlolu min sholattil fadzi) karena dengan berjamah itu akan menghapuskan perbedaan diantara umat. Dan di masjid itu tidak ada perbedaan golongan atau tingkat baik itu dalam shaf dll, tapi dalam masjid itu barang siapa yang lebih dulu maka ia bisa menduduki barisan yang terdepan.
Dalam sholat itu, kita harus khuuma'ninah jangan sampai mengingat urusan dunia dan apabila sholat kita khusu' maka kita akan sukses dunia akhirat. Orang yang buta dan sudah tuapun, wajib melaksanakan sholat, apalagi kita orang yang masih sehat jiwa dan raga, maka kita wajib melaksanakan sholat. Karena, barang siapa yang mendirikan sholat, maka dia telah mendirikan agama, dan barang siapa yang meninggalkan sholat, maka dia telah meruntuhkan agama.
3.kurangnya rujukan umat islam terhadap Al Quran. Pada zaman dahulu umat islam pernah mencapai kejayaan, hingga mampu menguasai dunia. Beberapa bukti yang telah nyata kita ketahuhui, yaitu dengan banyaknya cendekiawan muslim yang mempunyai keahlian diberbagai bidang. Seperti, Ibnu Shina sebagai ahli biologi (kedokteran), Al Farabi (kedokteran), dll. Beberapa factor yang membuat mereka menjadi seorang yang sampai saat ini ilmunya dapat dimanfaatkan oleh kita karena mereka itu merujuk pada Al Quran. Agar Negara kita menjadi maju dan terdepan, maka jadikanlah Al Quran ini sebagai rujukan atau pedoman. Banyak Negara di kita ini yang mayoritas sekolahnya berbasis islam tetapi system yang di pakai tidak merujuk pada Al Quran melainkan disamakan dalam persepsinya dengan sisitem-sistem yang ada di sekolah yang berbasis non islam. Yang lebih parahnya ketika orang islam masuk kedalam sekolah yang berbasis non islam mereka di wajibkan untuk mengikuti segala peraturan yang ada didalamnya, lain halnya dengan orang non muslim masuk kedalam sekolah islam, mereka boleh untuk tidak mengikuti aktifitas keislaman. Dengan adanya hal seperti ini menunjukkan bahwa seakan-akan orang non muslim yang selalu berkuasa didalamnya. Padahal kalau kita baca didalam sejarah, pahlawan-pahlawan yang berjuang di Negara kita kebanyakan orang-orang muslim.
4.kurangnya perhatian dan didikan terhadap anak. Padahal Rosullulloh memerintahkan kepada kita untuk mendidik anak mulai dari sebelum dilahirkan yaitu dengan membaca ayat-ayat al Quran dan kalimah-kalimah toyyibah. Kemudian setelah lahir sampai mereka baligh dan dari baligh hingga ia menikah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar