Ketika Rub'iy bin Amr rodiyallohu'anhu bernegosiasi dengan Panglima Angkatan bersenjata Persia bernama Rustum,beliau menyampaikan tiga pesan yang menjadi ucapan legendaries dalam sejarah Islam. Point ketiga dari pesan beliau berbunyi sebagai berikut : “sesungguhnya Alloh mengutus kami (umat islam) untuk mengeluarkan hamba2 Alloh (umat manusia) dari kedzoliman berbagai dien menuju keadilan Islam. Ihsan Tanjung menyatakan dalam penafsirannya bahwa seringkali kata dien diterjemahkan dengan istilah agama.
Sebab agama pada galibnya diasosiasikan dengan agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, dan lain sebagainya yang semuanya hanya terbatas pada system religi atau system keyakinan. Sedangkan kata dien berarti system hidup (way of life) dimana system religi hanya merupakan salah satu bagian daripadanya. Contoh way of life adalah Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, Sosialisme, Nasionalisme, Demokrasi, Theokrasi, dan tentu saja Islam termasuk didalamnya. Jika kita lihat dinegara kita yang menganut system hidup/way of life nya adalah system hidup yang berasaskan Demokrasi yang akan melahirkan paham Kapitalis dan Sekuleris yang akan menjadikan kedzoliman2 terhadap rakyatnya. Berbeda dengan system hidup yang diasaskan oleh dien al_Islam (Khilafah Al-islamiyah).
Perbedaannya ialah bahwa berbagai dien selain Al_Islam merupakan dien buatan manusia atau Man-made way of life. Sementara Islam merupakan satu-satunya dien ciptaan Alloh sehingga ia disebut Dienulloh atau Alloh-made way of life. Seluruh dien buatan manusia atau Man made pasti mengandung ketidaksempurnaan. Sebab ia dibuat oleh manusia yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan. Sedangkan Islam merupakan dien yang sempurna karena diciptakan oleh Alloh Yang Maha Sempurna yang akan mengantarkan manusia kedalam hidup yang penuh dengan keadilan. Saatnya bagi kita untuk berpikir manakah yang lebih baik antara Man-made (Demokrasi dsb) dan Alloh-made (al-Khilafah al-Islamiyah). Wallohu a’lam bishowwab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar