Jumat, 24 Juli 2009

Demokrasi

Setelah pesta demokrasi tanggal 9 april lalu, pemerintah dan rakyat Indonesia kini bersiap untuk menghadapi pesta demokrasi berikutnya pada pilpres kini yang sudah kita ketahui hasilnya. Namun apa demokrasi ini telah cukup memberi pengaruh pada bangsa ini?

Fenomena pileg yang lalu nampaknya menjadi cermin bahwa pesta demokrasi Indonesia belum mencapai kematangan sebab permasalahan yang terjadi menunjukan lemahnya partisipasi rakyat.

Tidak lengkapnya dapat bisa dibilang membuat hasil rekapitulasi suara jadi tidak mewakili suara rakyat pada umumnya. Hal semacam ini banyak dimanfaatkan para caleg dan simpatisan parpol untuk memanipulasi jumlah suara.

Maka apakah ini menguntungkan bagi rakyat? Bahkan dikabarkan diberbagai media massa sebagian besar masyarakat justru tidak paham dengan yang mereka pilih. Hal ini disebabkan karena banyak dari DPT yang tingkat keilmuannya tidak sesuai hingga mereka tidak paham tentang pesta demokrasi bangsa ini.

Jika kita lihat dan dengar suara rakyat di berbagai media massa rakyat hanya bilang “ingin sejahtera” harapan yang singkat ini membuat rakyat sering kali tidak peduli siapapun yang akan memimpin tersebut mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka, maka apakah pemilu diperlukan jika rakyat saja kebanyakan tidak peduli?

Oleh sebab itu menurut saya memilih seorang pemimpin akan lebih berkualitas jika pilihan tersebut diserahkan pada orang-orang yang berkompeten dan tidak memihak pada ideology partai manapun atau pihak manapun. Atau singkatnya gunakan system musyawaroh. Dan cara seperti ini juga akan meminimalkan penghamburan dana yang besar yang hanya digunakan untuk kampanye sementara banyak rakyat yang kelaparan bahkan kemiskinan semakin meningkat.

Hal ini mryakinkan kita bahwa, sisitem demokrasi bukan saja tidak efisien dan, karena menghabiskan dana yang cukup besar juga tidak efektif , karen hasil dari demokrasi ini ternyata tidak menghasilkan pemimpinyang berkualitas tatapi sebaliknya Bahkan dengan marknya money politik, cenderung yang banyak uanglah yang akan menduduki kursi kepemimpinan.

Harapan saya semoga apa yang ditulis ini mampu menambah wawasan dan bahan pertimbangan, juga menjadi motivasi bagi para generasi penerus bangsa dalam berpartisipasi terhadap pembangunan bangsa ini. Amiieen………!!![as]

Tidak ada komentar: