Dengan segala kekuasaannya terlahirlah dunia beserta alam semesta dan isinya. Dunia fana diciptakan bagi ummatNya sebagai kholifah fil ardhi yaitu manusia yang dengan akal fikiran dan nafsunya ia menjadi makhluk paling sempurna namun tak heran apabila melanggar aturan atau perintahNya ia akan menjadi mahluk lebih hina daripada hewan melata.
Faktor apa saja yang membuat insan hina? Diantaranya ialah tamak atau rakus terhadap dunia sehingga berjangkitlah penyakit hubbuddunya wa karohiyatul maut (cinta dunia dan takut mati). Yang kedua kufur nikmat dimana pada saat ini qolbu dan akal pikiran jernih tertutup oleh fatamorgana kehidupan fana.Adapun selanjutnya adalah kita harus sabar dalam menghadapi segala ujian dan cobaan dari Alloh swt. sebagai tolak ukur keimanan seorang insan.
Membicarakan kata sabar lebih mudah, namun untuk merealisasikanya tak segampang membalikan telapak tangan, sebab untuk mencapai golongan shobirin seperti Rosululloh saw. membutuhkan proses yang lama dan menghadapi godaan yang lebih berat, Alloh swt. memberikan gambaran kepada kita dalam kitabNya mengenai jaminan bagi kaum shobirin sebab tidak semata-semata Alloh kemberikan sesuatu kepada umatNya yang sekiranya tidak mampu (QS. 2:286), dan dibalik tabir tersebut terdapat hikmah sangat besar sehingga membuat insan terangkat derajatnya baik di dunia maupun di akhirat tanpa batas hitungannya sebagaimana kalamNya dalam surat Az-Zumar ayat 10.
Disisi lain Alloh menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan hasil kekayaan, kematian dan kekurangan makanan, tapi semua itu hanyalah sedikit dan sementara, oleh karena itu pergunakanlah kesempatan yang sebentar tersebut untuk mencapai segala cita dan karya sesuai dengan firmanNya :”Pergunakanlah untuk mencapai tujuanmu dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Alloh telah membantu orang-orang yang sabar.” (QS. 2:153).
Kehidupan ini misteri sehingga membuat manusia selalu ingin memikirkannya, kala suka, duka ada, pria lahir, wanita mengikuti. Ada siang malampun tiba. Namun semua itu sudah menjadi alur cerita yang dibuat sedemikian rupa oleh sang kholiq hingga sampai detik ini tak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya terlebih dahulu, oleh karena itu salah satu resep untuk menghadapi hidup dan kehidupan ialah dengan membaca, tafakur dan tadabur dalam kaidah-kaidahNya serta uswah Nabi-NabiNya.
Memelihara sabar berarti memupuk benih pahala yang dapat merubah bala menjadi satu kenikmatan. Karena hati menyadari bahwasanya semua yang ada sementara belaka. Mari kita jadikan jiwa dan raga kita untuk menjadi bagian dari kaum sabar dalam menghadapi lika-liku kehidupan dan mudah-mudahan Alloh swt. senantiasa membimbing kita. Amiiin…
Wallahu a’lam bishshawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar