
Dunia sepertinya sudah kusut dan jungkir balik. Betapa tidak, masyarakat dunia saat ini khususnya di Indonesia yang mayoritas beragama islam bukannya bangga menyandang identitas sebagai muslim, yang mana jiwa seorang muslim dan muslimah mempunya iidentitas akhlakul karimah (akhlak yang mulia).
Tetapi, kita lihat relaita sangat bertolak belakang. Tidak sedikit kaum remaja yang melanggar agama dan tidak berakhlak. Maka mereka dengan seenaknya berbuat bebas tanpa batas. Mereka lebih senang hidup glamor dan funkisme dengan gaya barat yang sama sekali bukan ciri kepribadian seorang muslim. ironisnya, mereka merasa bangga sampai diagung-agungkannya. Padahal dunia yang semakin semrawut ini memerlukan sekali sosok muslim yang memiliki jati diri sebagai manusia yang senantiasa ada dalam naungan islam untuk menjungjung tinggi akhlak yang mulia.
Disisi lain Kita lihat banyak sekali orang-orang kaya dan para pejabat yang hancur akhlaknya. Tujuan para pejabat itu hanya mengumpulkan harta dan memperoleh jabatan tinggi. Untuk itu mereka beranai melakukan apapun bahkan sampai menghalalkan segala cara. Setiap harinya mereka merasa gelisah memikirkan bagaimana caranya memperolah harta yang melimpah. Terus dan terus memikirkan itu. Tanpa ada sedikitpun mereka memikirkan bagaimana caranya agar dicintai Allah, agar Allah mengampuni dosa-dosanya.Mereka sudah membelakangkan kehidupan akhirat dengan tertanamnya sifat hedonisme.
Bandingkan dengan pribadi Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah contoh teladan umat manusia sepanjang zaman. Orang yang mengikuti tuntunan dan keteladanannya hidupnya akan penuh dengan kebaikan, tutur katanya selalu menyejukkan hati, begitu pula perilakunya membuat orang lain senang bersama dengannya. Bahkan kehidupannya pun selalu dirindukan oleh banyak orang. Allah swt. berfirman dalam Q.S. al-Ahzab ayat 21: “Sungguh telah ada pada diri Rosul itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.
Maka dari itu untuk mencegah krisis akhlak yang sedang melanda ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya: Pertama: jujur, dengan kejujuran akan menumbuhkan jalinan kepercayaan diantara mereka. Kedua: perlu ditekankannya sikap amanah, yang akan melahirkan jalinan social kemasyarakatan yang kuat dan kokoh. Ketiga: tumbuh dan melekatnya iffah pada diri seseorang muslim yaitu, dengan menjaga harga diri dan mengendalikan diri supaya tidak terjerumus kedalam kemadlorotan sehingga akan tumbuh subur ikata social dalam masyarakat yang saling menghargai dan menghormati, saling menjaga harga diri dan kehormatan sesamanya. Sebagaimana sabd Rosul :“Seorang muslim menjadi mulia karena agamanya, mempunyai kepribadian karena akalnya dan menjadi terhormat karena akhlaknya”. Keempat: mampu membentengi diri dari perbuatan dosa. Dan Kelima : menghindari diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas, sebagimana rosul bersabda : “Diantara tanda-tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar