Rabu, 20 Mei 2009

Mengislamkan Ibadah Kita


Ibadah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. Bahkan tujuan diciptakaanya kita tak lain adalah untuk beribadah kepadaNya. “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”.(QS. Ad Dzariyat:56). Agar ibadah yang kita lakukan sehari-hari tidak sia-sia maka terlebih dahulu harus mengislamkan ibadah tersebut. Yaitu menjadikan ibadah sesuai dengan tuntutan Allah dan Rasul-Nya. Ada 3 faktor yang dapat mengislamkan ibadah yaitu:


1. Berbuat Ihsan (merasa diperhatikan oleh Allah)

Agar ibadah kita sesuai dengan tuntutan Allah maka langkah pertama adalah berbuat ihsan yaitu merasa di awasi oleh Allah. Banyak diantara kita yang saat ini melakukan ibadah sehari-hari . Seperti ibadah wajib, sunnah, dll. Tapi hanya mendapatkan rasa capek, lelah, nagantuk tidak mendapatkan pahala dari ALLAH . Orang-orang seperti ini adalah orang yang melakukan ibadah hanya karena ingin mendapatkan pujian dari sesama manusia. Contoh yang sangat nyata adalah ketika bulan puasa, banyak orang yang mengatakan dirinya puasa tapi ketika tidak ada orang dia makan, minum, merokok dan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa.


Contoh lainnya adalah Korupsi yang sangat merugikan bagi orang lain tapi juga dirinya sendiri.Uang yang dimakan itu bukan haknya. Perbuatan korupsii banyak mendzalimiorang lain. Begitu juga dengan seorang pelajar yang mencontek saat ujian berlangsung merupakan perbuatan yang sanagat merugikan, membunuh karakter dirinya sendiri. Perbuatan-perbuatan yang seperti ini sebenarnya tidak akan pernah terjadi kalau kita merasa, bahwa diri kita ini selalu diperhatikan ALLAH (berbuat ihsan), bahwa ALLAH itu ada di mana-mana dan selalu memperhatikan perbuatan kita.Allah Maha Melihat Maha Mendengar.


2. Khusu' dalam Beribadah (sunggguh-sungguh)

Orang yang khusu' dalam beribadah adalah orang yang yakin akan adanya ALLAH. Yang mana dalam setiap perbuatannya selalu menyertakan kehadiran ALLAH. Baik itu diam, sedang dalam melakukan perkegiatan,dll. Dari mengingat ALLAH inilah ibadah kita akan selalu serius atau tidak main-main, kesungguhan inilah yang yang akan memberikan kita kecerahan hati dan jiwa yang tenang, karena ibadah kita dilakukan dengan cara yang tulus ikhlas dengan harapan mendapatkan ridlho dari ALLAH.


Sekarang ini banyak orang yang kelihatannya melakukan shalat, selama lima waktu bahkan selalu berjamaah, tapi hanya mendapatkan rasa lelah dan membuang-buang waktu, karena ketika shalat orang seperti ini tidak khusu' yaitu dalam shalatnya dia tidak sepenuhnya menghadapkan diri kepada ALLAH, dia lalai dalam shalatnya, dan kelak akan mendapat siksa..”Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya”. (QS. Al Maun:4-5)


3. Al-Quran dan Hadits

Rosululloh SAW diutus oleh ALLAH SWT kedunia ini bukan hanya sekedar penutup dari para nabi yang sebelumnya, tetapi untuk meluruskan akidah yang dilakukan oleh manusia yang sebelumnya dan yang akan datang. Dengan adanya rosul di muka bumi ini manusia di perintahkan untuk merubah dirinya dari hal-hal yang sangat menyimpang, seperti dengan adanya penyembahan terhadap berhala, yang memang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim, percaya terhadap barang-barang yang dikatakan sakti mandraguna, seperti keris, batu akik, kalung, serta benda-benda yang lainnya. Kehadiran beliau ke dunia ini tidak hanya dengan tangan kosong, tetapi dengan satu buku panduan yang biasa kita sebut dengan kitab Al Qu'ran, yang mana isi dari kitab ini adalah suatu pedoman hidup bagi manusia untuk menjalankan kehidupannya sehari-hari.


Kitab Al Qur'an ini merupakan suatu undang-undang bagi manusia untuk melakukan perbuatan dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari, karena kitab ini berisikan tentang pengetahuan, kesenian, politik, budaya, dll. Semua tercantum jelas di dalam kitab ini. Tapi sekarang ini masih banyak orang yang dalam kehidupannya sehari-hari itu masih merasakan kebingungan untuk melangkahkan kakinya untuk berubah mejadi yang terbaik. Pada dasarnya Orang yang seperti tidak pernah membaca ataupun meresapi dan memahaminya, seandainya mereka tahu bahwa mentilawah Al Quran itu adalah suatu ibadah yang sangat afdol di hadapan ALLAH SWT


Sedangkan hadits-hadits yang ada saat ini itu bertujuan untuk menerangkan apa-apa yang mungkin dalam Al Quran itu sulit di pahami oleh manusia. Maka dari itu kalau kita ingin mendapatkan keridloan dari ALLAH SWT lakukanlah apa yang diperintahkan oleh ALLAH dan menjauhi larangannya dengan cara mempelajari dan menelaah isi dari Al Quran dan Hadits.


Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar: