Minggu, 31 Mei 2009

Awak dan Akhlak


Di zaman sekarang ini manusia berbondong-bondong, berduyun-duyun dan berlomba-lomba pergi ke suatu tempat untuk menghiasi dirinya (awaknya) agar terlihat lebih cantik dan tampan. Rambut yang keriting dan pendek dibuat lurus dan panjang, hingga terlihat lebih asyik dipandang. Hidung yang yang pesek dirubah menjadi mancung, wajah yang pas-pasan dirubah menjadi wajah yang fenomenal, sehingga mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain meski penuh dengan kenistaan.

Ketahuilah semua itu hanyalah sesuatu yang dapat mendatangkan kehinaan karena melawan takdir Tuhan. Orang yang demikian disisi Allah swt disebut orang yang tidak bersyukur terhadap apa yang telah diberikan-Nya dan atas kesempurnaan ciptaan-Nya.

Usaha manusia yang ingin mendapatkan pujian dari orang lain akan ketampanan dan kecantikannya hanyalah sia-sia belaka. Karena pujian yang diberikannya sifatnya sementara, Ketika kecantikan dan ketampanan itu hilang, hilang pula pujian itu. Pujian sebenarnya adalah hanya milik Allah swt. Rosululloh saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt tidak melihat kepada kalian jasad dan bentuknya (awaknya), akan tetapi Allah menilai pada hati (akhlak) dan amal kalian”.

Seiring dengan berubahnya waktu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, maka awak (jasad juga akan berubah, mata yang tajam menjadi buram, pendengaran yang jelas menjadi tuli, tenaga yang kuat menjadi lemah, serta kulit yang tadinya kencang menjadi kendur. Semua itu merupakan sunnatullah, mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua sebagai orang yang beriman harus menerima dengan penuh keikhlasan dan keridloan sebagai rasa tanda syukur kita kepada Nya.

Akhlak menjadi perhatian utama kedua setelah Tauhid. Adalah Rosulullah saw (Muhammad bin Abdullah) dilahirkan ditengah-tengah masyarakat yang mempunyai tabi'at akhlak yang begitu buruk, saling bermusuhan dan membunuh antar suku, mabuk, berzina, dan yang paling memilukan adalah mereka sering mengubur hidup-hidup anak perempuan mereka. Dengan diutusnya Beliau sebagai penerang dari kegelapan panutan seluruh alam dari kejahilan memberikan contoh akhlak yang baik untuk ummat manusia.

Dengan tulisan yang singkat ini marilah kita bersama-sama untuk senantiasa selalu bersyukur atas segala apa yang telah ditaqdirkan Allah swt. Jagalah akhlak kita dari hal-hal yang menjadikan kita kufur kepada Allah swt. Semoga Allah swt menjadikan kita sebagai manusia yang selalu bersyukur dan berakhlak mulia. Amiin

Tidak ada komentar: