Jumat, 24 Juli 2009
DEMOKRASI ADL SENJATA
Demikian pernyataan informasi dalam Al-Quran mengenai orang yahudi dan Nasrani. Mereka akan terus berusaha menjauhkan ummat islam dari Islamnya Agar Islam itu mundur.
Al-Quran dan As-Sunnah yang ditambah dengan Ijtihad para ulama adalah tiga aturan dasar yang menghantarkan ummat islam kepada kemajuan. Jika ketiga dasar ini telah terkontaminasi oleh isme-isme yang lain maka implikasinya islam tidak akan berdiri secara utuh, bahkan lama-kelamaan akan hancur.
Demokrasi adalah salah satu isme dari beberapa isme barat yang digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan islam.
Jika kita mengeksplorasi kata demokrasi, kata ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Demos dan Kratein, Demos artinya pemerintahan, Kratein artinya rakyat, oleh karena itu demokrasi dapat diambil satu pengertian yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan dalam demokrasi ini suara rakyat adalah suara tuhan, jadi disini kekuasaan itu berada ditangan rakyat. Padahal kita mengetahui bahwa rakyat di Negara kita ini tidak semuanya pinter bahkan kebanyakan rakyat tidak mengetahui apa-apa. Jadi apabila system ini dipakai, maka Negara akan kacau.
Untuk menentukan satu hukum dalam suatu Negara yng menggunakan system demokrasi dibutuhkan kesepakatan sebagian besar masyarakat Negara tersebut. Jika misalkan sebagian besar Negara tersebut menghendaki dibolehkannya judi, pornografi dan porno aksi, maka judi, pornografi dan porno aksi tersebut menjadi halal (legal).
Jadi kesimpulannya system demokrasi ini adalah system dimana manusia yang merupakan makhluk ciptaan Allah bukannya diatur oleh Allah sebagai Kholik/ penciptanya, melainkan manusia itu sendiri yang mengatur dirinya sendiri. Jika manusia sudah mengatur dirinya sendiri dengan hawa nafsunya maka kehidupannya akan hancur, bahkan dunia ini sebagai tempat hidupnya akan hancur pula. Dan hal ini biosa diilustrasikan pada sebuah kursi dengan tukang kursi. Jika kursi itu kotor dan mengalami kerusakan maka kursi tersebut tidak akan mampu membersihkan dan memperbikinya sendiri. Hanya satu-satunya yang mampu membersihkan dan memperbaiki kursi tersebut yaitu sang perawat dan pembuatnya (tukang kursi).
Manusia yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan hiduponya didunia dan di akhirat, mau tidak mau harus tunduk dan patuh melaksanakan aturan yang datang dari Allah, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.
Demokrasi merupakan senjata musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam. Demikian juga dengan istilah HAM atau Hak Azasi manusia adalah senjata musuh-musuh Islam.
KHILAFAH VS DEMOKRASI
Sebab agama pada galibnya diasosiasikan dengan agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, dan lain sebagainya yang semuanya hanya terbatas pada system religi atau system keyakinan. Sedangkan kata dien berarti system hidup (way of life) dimana system religi hanya merupakan salah satu bagian daripadanya. Contoh way of life adalah Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, Sosialisme, Nasionalisme, Demokrasi, Theokrasi, dan tentu saja Islam termasuk didalamnya. Jika kita lihat dinegara kita yang menganut system hidup/way of life nya adalah system hidup yang berasaskan Demokrasi yang akan melahirkan paham Kapitalis dan Sekuleris yang akan menjadikan kedzoliman2 terhadap rakyatnya. Berbeda dengan system hidup yang diasaskan oleh dien al_Islam (Khilafah Al-islamiyah).
Perbedaannya ialah bahwa berbagai dien selain Al_Islam merupakan dien buatan manusia atau Man-made way of life. Sementara Islam merupakan satu-satunya dien ciptaan Alloh sehingga ia disebut Dienulloh atau Alloh-made way of life. Seluruh dien buatan manusia atau Man made pasti mengandung ketidaksempurnaan. Sebab ia dibuat oleh manusia yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan. Sedangkan Islam merupakan dien yang sempurna karena diciptakan oleh Alloh Yang Maha Sempurna yang akan mengantarkan manusia kedalam hidup yang penuh dengan keadilan. Saatnya bagi kita untuk berpikir manakah yang lebih baik antara Man-made (Demokrasi dsb) dan Alloh-made (al-Khilafah al-Islamiyah). Wallohu a’lam bishowwab.
HIKMAH ISRO MIROJ
Diantara pandangan dan pemikiran pendapat para orientalis itu ialah mereka dengan semena-mena menafsirkan ayat-ayat Alloh SWT dengan sekehendak mereka, termasuk ayat yang dijelaskan dalam terjemahan diatas mengenai Isro' Mi'rojnya Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa dalam peristiwa Isro' Mi'roj ini Alloh SWT telah memberjalankan Rosululloh SAW dari Masjidil Harom di Makkah ke Masjidil Aqso di Palestina sebagai Isro'nya menuju Sidrotul Muntaha sebagai Mi'rojnya dalam keadaan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar mimpi sebagaimana yang dijadikan pemikiran oleh para orientalis, dan dalam waktu yang begitu singkat hanya dengan sepertiga malam saja. Dan ini menunjukkan atas keagungan serta kemahahebatan Alloh SWT sebagai Kholiq atas ciptaanNya.
Dari peristiwa agung ini, banyak sekali hikmah yang bisa dijadikan ibroh bagi kita semua sebagi ummat beliau setelah meralisasikan suatu kewajiban dari peristiwa ini yaitu sholat lima waktu. Dari sekian banyaknya hikmah peristiwa isro mi'raj ini, maka sedari awal dikabarkannya peristiwa ini oleh nabi Muhammad sendiri, maka banyak dari para sahabat beliau yang tidak mempercayainya bahkan banyak dikalangan mereka yang kembali menjadi murtad.
Adalah Abu Bakar salah satu sahabat dekat beliau yang pertama kali mempercayai peristiwa ini hingga ketika Abu Bakar ditanya oleh para sahabat Umar bin Khotob tentang peristiwa iini, beliau (Abu Bakar) menjawab, andaikan Apa yang dikatakan Muhammad dalam peristiwa ini (isro mi'raj) lebih menakjubkan dari itu semua maka sku pasti mempercayainya. Dengan kejadian ini maka nabi Muhammad member gelar Assidiq kepada Abu Bakar sebagai orang yang pertama kali mempercayai kejadian agung ini.
Diantara hikmah isro mi'raj ini dapat diambil kesimpulannya karena begitu banyak hikmah yang ada dalamnya.
Sholat
Shalat adalah salah satu ritual ibadah mahdoh yang langsung berhubungan dengan Allah. Yang diwajibkan oleh Allah sebagai syariatNya kepada Nabi Muhammad saw dan terhadap ummatNya di muka. Bumi sholat juga merupakan suatu amalan utama yang pertama kali diperhitungkan (dihisab) di hari mahsyar nanti. Sejatinya dengan adanya isro mi'raj ini yang diperingati setiap tahun menjadikan kita lebih bersemangat meningkatkan amalan sholat karena sholat adalah pangkal dari semua hikmah isro mi'raj yang bersifat vertical (hablumminallah) dan horizontal (hablumminannas) atas realisasinya.
Sebagi jalan vertical shalat merupakan suatu amalan kewajiban yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. sebagai kholikul insan. Dengan ini shalat apapun yang ada dalam diri manusia dari suka dukanya mengarungi cobaan kehidupan, bila dicurahkan dalam do'a kepadaNya hingga Allah memberikan kemudahan atas segala kesulitan yang dihadapi.
Realisasi sholat juga tercipta dalam suatui kontak horizontal. Jika kita nilai dalam semua gerakan-gerakan sholat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan dalam keadaan berdiri, ini menandakan bahwa kita mengucapkan keagungan Allah atas ci[taannya. Yang kemudian direnungi dan diyakini atas keimanan kita kepadaNya dengan beristiqomah kepada Allah Swt. (beriman) dan beristiqomah berbuat baik terhadap manusia 9realisasi islam/muslim).
Ketika dalam keadaan ruku sebagi tanda tawadlunya kita terhadap sesame manusia, begitupun dalam sujud menandakan sesame manusioa tercipta sama dihadapan Allah sebagai mahlukNya dan hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan mendapat kemuliaan dariNya.
HIKMAH ISRO MIROJ
Diantara pandangan dan pemikiran pendapat para orientalis itu ialah mereka dengan semena-mena menafsirkan ayat-ayat Alloh SWT dengan sekehendak mereka, termasuk ayat yang dijelaskan dalam terjemahan diatas mengenai Isro' Mi'rojnya Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa dalam peristiwa Isro' Mi'roj ini Alloh SWT telah memberjalankan Rosululloh SAW dari Masjidil Harom di Makkah ke Masjidil Aqso di Palestina sebagai Isro'nya menuju Sidrotul Muntaha sebagai Mi'rojnya dalam keadaan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar mimpi sebagaimana yang dijadikan pemikiran oleh para orientalis, dan dalam waktu yang begitu singkat hanya dengan sepertiga malam saja. Dan ini menunjukkan atas keagungan serta kemahahebatan Alloh SWT sebagai Kholiq atas ciptaanNya.
Dari peristiwa agung ini, banyak sekali hikmah yang bisa dijadikan ibroh bagi kita semua sebagi ummat beliau setelah meralisasikan suatu kewajiban dari peristiwa ini yaitu sholat lima waktu. Dari sekian banyaknya hikmah peristiwa isro mi'raj ini, maka sedari awal dikabarkannya peristiwa ini oleh nabi Muhammad sendiri, maka banyak dari para sahabat beliau yang tidak mempercayainya bahkan banyak dikalangan mereka yang kembali menjadi murtad.
Adalah Abu Bakar salah satu sahabat dekat beliau yang pertama kali mempercayai peristiwa ini hingga ketika Abu Bakar ditanya oleh para sahabat Umar bin Khotob tentang peristiwa iini, beliau (Abu Bakar) menjawab, andaikan Apa yang dikatakan Muhammad dalam peristiwa ini (isro mi'raj) lebih menakjubkan dari itu semua maka sku pasti mempercayainya. Dengan kejadian ini maka nabi Muhammad member gelar Assidiq kepada Abu Bakar sebagai orang yang pertama kali mempercayai kejadian agung ini.
Diantara hikmah isro mi'raj ini dapat diambil kesimpulannya karena begitu banyak hikmah yang ada dalamnya.
Sholat
Shalat adalah salah satu ritual ibadah mahdoh yang langsung berhubungan dengan Allah. Yang diwajibkan oleh Allah sebagai syariatNya kepada Nabi Muhammad saw dan terhadap ummatNya di muka. Bumi sholat juga merupakan suatu amalan utama yang pertama kali diperhitungkan (dihisab) di hari mahsyar nanti. Sejatinya dengan adanya isro mi'raj ini yang diperingati setiap tahun menjadikan kita lebih bersemangat meningkatkan amalan sholat karena sholat adalah pangkal dari semua hikmah isro mi'raj yang bersifat vertical (hablumminallah) dan horizontal (hablumminannas) atas realisasinya.
Sebagi jalan vertical shalat merupakan suatu amalan kewajiban yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. sebagai kholikul insan. Dengan ini shalat apapun yang ada dalam diri manusia dari suka dukanya mengarungi cobaan kehidupan, bila dicurahkan dalam do'a kepadaNya hingga Allah memberikan kemudahan atas segala kesulitan yang dihadapi.
Realisasi sholat juga tercipta dalam suatui kontak horizontal. Jika kita nilai dalam semua gerakan-gerakan sholat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan dalam keadaan berdiri, ini menandakan bahwa kita mengucapkan keagungan Allah atas ci[taannya. Yang kemudian direnungi dan diyakini atas keimanan kita kepadaNya dengan beristiqomah kepada Allah Swt. (beriman) dan beristiqomah berbuat baik terhadap manusia 9realisasi islam/muslim).
Ketika dalam keadaan ruku sebagi tanda tawadlunya kita terhadap sesame manusia, begitupun dalam sujud menandakan sesame manusioa tercipta sama dihadapan Allah sebagai mahlukNya dan hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan mendapat kemuliaan dariNya.
Demokrasi
Fenomena pileg yang lalu nampaknya menjadi cermin bahwa pesta demokrasi Indonesia belum mencapai kematangan sebab permasalahan yang terjadi menunjukan lemahnya partisipasi rakyat.
Tidak lengkapnya dapat bisa dibilang membuat hasil rekapitulasi suara jadi tidak mewakili suara rakyat pada umumnya. Hal semacam ini banyak dimanfaatkan para caleg dan simpatisan parpol untuk memanipulasi jumlah suara.
Maka apakah ini menguntungkan bagi rakyat? Bahkan dikabarkan diberbagai media massa sebagian besar masyarakat justru tidak paham dengan yang mereka pilih. Hal ini disebabkan karena banyak dari DPT yang tingkat keilmuannya tidak sesuai hingga mereka tidak paham tentang pesta demokrasi bangsa ini.
Jika kita lihat dan dengar suara rakyat di berbagai media massa rakyat hanya bilang “ingin sejahtera” harapan yang singkat ini membuat rakyat sering kali tidak peduli siapapun yang akan memimpin tersebut mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka, maka apakah pemilu diperlukan jika rakyat saja kebanyakan tidak peduli?
Oleh sebab itu menurut saya memilih seorang pemimpin akan lebih berkualitas jika pilihan tersebut diserahkan pada orang-orang yang berkompeten dan tidak memihak pada ideology partai manapun atau pihak manapun. Atau singkatnya gunakan system musyawaroh. Dan cara seperti ini juga akan meminimalkan penghamburan dana yang besar yang hanya digunakan untuk kampanye sementara banyak rakyat yang kelaparan bahkan kemiskinan semakin meningkat.
Hal ini mryakinkan kita bahwa, sisitem demokrasi bukan saja tidak efisien dan, karena menghabiskan dana yang cukup besar juga tidak efektif , karen hasil dari demokrasi ini ternyata tidak menghasilkan pemimpinyang berkualitas tatapi sebaliknya Bahkan dengan marknya money politik, cenderung yang banyak uanglah yang akan menduduki kursi kepemimpinan.
Harapan saya semoga apa yang ditulis ini mampu menambah wawasan dan bahan pertimbangan, juga menjadi motivasi bagi para generasi penerus bangsa dalam berpartisipasi terhadap pembangunan bangsa ini. Amiieen………!!![as]
URGENSI TAQWA
At-taqwa (ketaqwaan) adalah menjadikan jiwa dalam pemeliharaan dari hal-hal yang ditakutkan. Inilah kajiannya. Dalam definisi syariat, at-taqwa adalah pemeliharaan jiwa dari hal-hal yang membuat dosa. Hal itu dilakukan dengan meninggalkan segala larangan, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian perbuatan harom berdasarkan riwayat: “Kehalalan itu jelas dan keharoman juga jelas. Barangsiapa mengelilingi perlindungan, maka ia lebih pantas jatuh kedalamnya”.
Al-Qur'an memfokuskan pentingnya ketaqwaan dalam banyak ayat. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut:”Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al Hasyr/59 ayat 18). Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Alloh adalah orang yang bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurot/49 ayat 13).
Di akhir ayat ini, Alloh SWT mengingatkan bahwa kemuliaan yang haqiqi hanyalah dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Substansi kedekatan kepada Alloh SWT berputar pada poros ketaqwaan, bukan poros tingkatan-tingkatan keduniaan berupa harta, harta, pangkat, keturunan, dan leluhur. Hal itu karena manusia dijadikan selalu mencari sesuatu yang membedakannya dari selainnya dan mengistimewakannya diantara teman-temannya berupa kemuliaan dan kehormatan.
Kebanyakan orang karena keterkaitan dengan kehidupan dunia melihat kemuliaan dan kehormatan dalam aspek-aspek kehidupan materi berupa harta, kecantikan, keturunan, leluhur dan sebagainya, sehingga mereka mencurahkan segala upaya untuk mencari dan memperolehnya untuk saling membanggakan diri dengannya dan mengungguli orang lain. Ini merupakan aspek-aspek yang bersifat ilusi yang tidak mendatangkan kemuliaan dan kehormatan kepada mereka sedikitpun selain menjatuhkan mereka kedalam kebinasaan dan kesengsaraan. Kemuliaan yang haqiqilah yang membawa manusia pada kebahagiannya yang haqiqi dan kehidupannya yang baik lagi abadi disisi Alloh Yang Maha Mulia.
Hal itu hanya dapat dicapai dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT dan merupakan satu-satunya cara menuju kebahagiaan dinegeri akhirat, serta diikuti kebahagiaan di dunia. Alloh SWT berfirman: “Kalian menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Alloh mengendaki akhirat (QS. Al-Anfal/8 ayat 64). Jika kemuliaan hanya diperoleh dengan ketaqwaan maka manusia yang paling mulia disisi Alloh SWT adalah orang yang paling bertaqwa, sebagaimana yang telah dinyatakan dalam ayat-ayat yang penuh berkah itu.
Semoga kita diberikan kekuatan oleh Alloh SWT untuk selalu beristiqomah dalam ketaqwaan guna mencapai derajat kemuliaan disisi-Nya. Amin Ya Robbal 'aalamiin
MENDENGAR DAN TAAT
Mendengar adalah salah satu metode paling penting untuk memahami sebuah seruan . jika tidak mendengar dan menyimak sebuah seruan, mustahil seseorang bisa memenuhi seruan itu, dan pemahaman atas sebuah seruan menjadi kunci utama untuk melaksanakan sebuah seruan Allah Swt, dan ketika al Quran di bacakan di perintahkan agar mendengarkanya dengan baik dan memperhatikanya dengan tenang, tidak aneh jika kesedian mendengar dan memahami seruan syariah itu menjadi salah satu karakter utama kaum mu'min. Mereka berupaya sungguh-sungguh untuk mendengar dan menyimak setiap seruan syariah hingga memperoleh kesimpulan yang benar.
Karakter ini bertolak belakang dengan karakter kaum kafir. Mereka memang memiliki akal mata dan telinga, tetapi mereka tidak mau menggunakan semua perangkat itu untuk memahami ayat Allah swt. dan mereka sangat enggan atau bahkan menolak untuk mendengarkan seruan Allah Swt. dan RosulNya karena ditelinga mereka seolah ada sumbatan yang membuat mereka tidak bisa mendengarnya.
Tidak sebatas mendengarkan seruan syariah, karakter mu'min juga bersedia untuk mentaatinya mereka menta'ati dan mengikuti ketetapan syari'ah tanpa menimbang dengan akal dan nafsunya, Apakah ketetapan syariah itu menguntungkan atau merugikan mereka, menyenangkan atau menyusahkan mereka. Mereka siap menerima dengan lapang dada apapun keputusan syariah.
Siapapun yang mengaku beriman maka keimananya harus diwujudkan dalam bentuk amal sholeh, amal yang sejalan dengan syari'ah dan dilandasi dengan niat ikhlas mencari keridhaaNya. Al Quran banyak menjelaskan iman dan amal sholeh secara beriringan dan mengaitkan amal perbuatan dengan keimanan, jadi hasilnya sami'na wa atha'na memang benar-benar merupakan karakter ciri khas mu'min yang membedakan dengan kaum kafir ,fasiq ,munafiq dan dzolim. .[as]
Kamis, 02 Juli 2009
Maraknya Kemungkaran di Negara Kita
Dalam ceramahnya beliau menjelaskan bahwa peran pemerintah saat ini kurang maksimal terutama pada aspek-aspek ubudiayah yang tidak mendatangkan profit. Beliau mencontohkan bahwa kalau dalam pelaksanaan Ibadah haji pemerintah melalui departemen Agama membentuk kepanitiaan haji bahkan saat ini ada istilah waiting list (menunggu giliran), tapi kenapa dalam hal melaksana kan ibadah shalat pardu tidak ada sama sekali perhatiannya. Bahkan tidak jarang keluar celotehan “ah shalatmah nafsi-nafsi weh/masing-masing aja”. Disinilah letak sekulernya pemerintah. Pemerintah sudah mulai membedakan antara perkara agama dengan Negara, padahal dalam Islam tidak ada istilah urusan Negara ini urusan agama. Jadi Negara ini harus dibenahi oleh kita, apabila kemarin orang lain yang menjadi penguasa maka sekarang giliran kita untuk menjadi pemimpin atau kholifah fil-Ardh.
Selain itu beliau juga menyayangkan terhadap peran lembaga pendidikan saat ini sudah kurang mendapat perhatian. Kalaulah anak telat membayar SPP langsung ditegur dan langsung disuruh pulang tetapi kenapa ketika anak ketinggalan bahkan tidak melaksanakan shalat tidak ada sedikitpun teguran. Bahkan sudah menjadi rahasia umum tidak sedikit dari kalangan guru pun yang masih enggan melaksanakan shalat fardu (jum'at). Pernah suatu ketika beliau mengajak salah satu guru yang sedang bermain catur untuk melaksanakan shalat jum'at namun dengan tanpa malu beliau menjawab silahkan duluan saya shalat jum'at dirumah saja. Padahal rumah guru tersebut jauh dari sekolah.
Kenapa saat ini kemunkaran semakin marak dinegara kita?
1. Tidak adanya peran pemerintah dalam menangani shalat lima waktu. Oleh karena pemerintah kurang memperhatiakan masalah shalat maka tugas kitalah untuk sama-sama meningkatkan perhatian terhadap anak kita dalam melaksanakan kewajibannya. Dan kita juga sebagai umat islam dirikanlah sholat karena sholat adalah ibadah yang paling utama, kita lihat sejarah turunnya perintah zakat, puasa, haji diturunkan di bumi, sedangkan perintah sholat itu sendiri langsung di sidrotul muntaha. Tapi sekarang kebanyakan umat islam seakan tidak bangga akan islam, bila kita lihat umat islam dalam membawa quran mereka bawa kitab itu seperti bawa buku atau barang biasa, padahal bila kita lihat orang Kristen, mereka bangga akan kitab mereka yakni injil walaupun itu palsu. Dan kita ini seolah menjadi babu di negeri kita karena ketidak banggaan kita terhadap islam, banyak wanita tidak mau memakai jilbab, adapun memakai jilbab, jilbab gaul. Sedangkan kata rosul ada tiga perempuan yang tidak menutup aurat atau telanjang, yang pertama yaitu perempuan yang memakai baju ketat, yang kedua yang memakai baju tipis dan yang ketiga perempuan yang memakai baju kurang bahan atau kebawah tak nyampai dan keatas juga tak sampai. Dan yang menjadi ciri lagi bahwa umat islam tidak bangga akan islam ialah dijadikannya masjid atau halaman masjid sebagai tempat maksiat, yang harusnya masjid ini menjadi qurrota a'yun malah mengotori pandangan kita.
2.Kurang memegangnya orang muslim terhadap identitasnya sebagai muslim yaitu Sholat fi awwali waktiha (sholat diawal waktu). Padahal sudah kita ketahui apabila kita sebelum adzan sudah berwudlu dan berada di mesjid, maka di akhirat nanti wajah kita akan bersinar bagai sinar matahari. Dan kita lihat lagi masjid-masjid di kota kota besar ini pada besar-besar tapi isinya sedikit. Dan seharusnya masjid itu kita jadikan sebagai posko umat islam, untuk membahas berbagai permasalahan, baik itu pendidikan, ekonomi, politik maupun social asalkan jangan dijadikan pasar. Tapi kebanyakan umat islam itun terpengaruh oleh orang-orang sekuler yaitu melarang umat islam melakukan musyawaroh di masjid yang bertujuan agar umat islam terpecah belah. Maka agar umat islam ini tidak terpecah belah maka jadikanlah masjid sebagai posko umat islam, salah satunya itu dengan shalat jama'ah. Karena ada hadis yang menyebutkan bahwa sholat berjama'ah itu lebih baik daripada sholat sendiri (assholatu jamati tafdlolu min sholattil fadzi) karena dengan berjamah itu akan menghapuskan perbedaan diantara umat. Dan di masjid itu tidak ada perbedaan golongan atau tingkat baik itu dalam shaf dll, tapi dalam masjid itu barang siapa yang lebih dulu maka ia bisa menduduki barisan yang terdepan.
Dalam sholat itu, kita harus khuuma'ninah jangan sampai mengingat urusan dunia dan apabila sholat kita khusu' maka kita akan sukses dunia akhirat. Orang yang buta dan sudah tuapun, wajib melaksanakan sholat, apalagi kita orang yang masih sehat jiwa dan raga, maka kita wajib melaksanakan sholat. Karena, barang siapa yang mendirikan sholat, maka dia telah mendirikan agama, dan barang siapa yang meninggalkan sholat, maka dia telah meruntuhkan agama.
3.kurangnya rujukan umat islam terhadap Al Quran. Pada zaman dahulu umat islam pernah mencapai kejayaan, hingga mampu menguasai dunia. Beberapa bukti yang telah nyata kita ketahuhui, yaitu dengan banyaknya cendekiawan muslim yang mempunyai keahlian diberbagai bidang. Seperti, Ibnu Shina sebagai ahli biologi (kedokteran), Al Farabi (kedokteran), dll. Beberapa factor yang membuat mereka menjadi seorang yang sampai saat ini ilmunya dapat dimanfaatkan oleh kita karena mereka itu merujuk pada Al Quran. Agar Negara kita menjadi maju dan terdepan, maka jadikanlah Al Quran ini sebagai rujukan atau pedoman. Banyak Negara di kita ini yang mayoritas sekolahnya berbasis islam tetapi system yang di pakai tidak merujuk pada Al Quran melainkan disamakan dalam persepsinya dengan sisitem-sistem yang ada di sekolah yang berbasis non islam. Yang lebih parahnya ketika orang islam masuk kedalam sekolah yang berbasis non islam mereka di wajibkan untuk mengikuti segala peraturan yang ada didalamnya, lain halnya dengan orang non muslim masuk kedalam sekolah islam, mereka boleh untuk tidak mengikuti aktifitas keislaman. Dengan adanya hal seperti ini menunjukkan bahwa seakan-akan orang non muslim yang selalu berkuasa didalamnya. Padahal kalau kita baca didalam sejarah, pahlawan-pahlawan yang berjuang di Negara kita kebanyakan orang-orang muslim.
4.kurangnya perhatian dan didikan terhadap anak. Padahal Rosullulloh memerintahkan kepada kita untuk mendidik anak mulai dari sebelum dilahirkan yaitu dengan membaca ayat-ayat al Quran dan kalimah-kalimah toyyibah. Kemudian setelah lahir sampai mereka baligh dan dari baligh hingga ia menikah
Kebangkitan Malah Kebrangkutan
Memang ironis sepuluh tahun setelah Reformasi, nasib rakyat tidak menjadi lebih baik padahal pendorong kuat jatuhnya presiden Soeharto adalah beban ekonomi masyarakat yang sangat berat. Dengan bergantinya kekuasaan, rakyat yang tadinya berharap nasibnya lagi dalam suasana mengenang satu abad kebangkitan nasional, pemerintah justru malah menaikan harga BBM.
Makna kebangkitan adalah bangkit dari ketertindasan. Bangkit itu berpindah atau berubahnya sebuah umat, bangsa atau individu dari suatu keadaan yang lebih baik. Namun Negara kita ini baik secara politik maupun ekonomi masih berada dalam dominasi asing. Berada dalam cengkraman neo-imprealisme kapitalis global.
Bagaimana potret perjalanan seabad kebangkitan nasionalisme dan sepuluh tahun Reformasi? Niscaya amat membanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara, baik eksekutif, yudikatif dan legislatif yang terdiri dari partai politik dan politisi. Pencapaian di bidang politik, ekonomi, social selalu dilaporkan meningkat, tumbuh dan membaik.
Padahal fakta di lapangan seringkali terbalik, salah satu contoh kebangkrutan dalam bidang politik yaitu impian Reformasi untuk hidup lebih sejahtera, sirna. Empat kali presiden Indonesia tidak berhasil mengubah Indonesia secara fundamental. Yang paling menonjol adalah proses demokratisasi, pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah dan wakil rakyat dipilih secara langsung. Orang ramai-ramai membuat partai. Apa yang didapat rakyat setelah memilih para pemimpin dan wakilnya di parlemen?
Para elit politik hanya berkutat pada rebutan dan mempertahankan kekuasaan berikutnya. Penguasa sering lupa akan tugasnya melayani rakyat, kebijakan yang diambil bukan suara rakyat, tetapi suara partai. Hal ini wajar, karena praktek pemilihan pemimpin dan wakil rakyat syaratnya dengan politik uang. Praktek politik uang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan segala cara. Kepercayaan rakyat terhadap penguasa dan parlemen semakin berkurang, hal ini dibuktikan dengan jumlah partisipan golput yang semakin bertambah.. (Hady Sutjipto, SE, MSi, Dosen UNISBA).
Dengan banyaknya golput dalam pemilu sekarang ini menunjukan bahwa cara memilih pemimpin di Negara kita itu salah, kriteria pemimpin yang diinginkan itu tidak sesuai dengan harapan rakyat, karena rakyat mendambakan sekali seorang pemimpin yang membawa rakyat sendiri untuk BANGKIT bukan malah BANGKRUT. .[as]
Kebangkitan Malah Kebrangkutan
Memang ironis sepuluh tahun setelah Reformasi, nasib rakyat tidak menjadi lebih baik padahal pendorong kuat jatuhnya presiden Soeharto adalah beban ekonomi masyarakat yang sangat berat. Dengan bergantinya kekuasaan, rakyat yang tadinya berharap nasibnya lagi dalam suasana mengenang satu abad kebangkitan nasional, pemerintah justru malah menaikan harga BBM.
Makna kebangkitan adalah bangkit dari ketertindasan. Bangkit itu berpindah atau berubahnya sebuah umat, bangsa atau individu dari suatu keadaan yang lebih baik. Namun Negara kita ini baik secara politik maupun ekonomi masih berada dalam dominasi asing. Berada dalam cengkraman neo-imprealisme kapitalis global.
Bagaimana potret perjalanan seabad kebangkitan nasionalisme dan sepuluh tahun Reformasi? Niscaya amat membanggakan para pelaku dan penyelenggara Negara, baik eksekutif, yudikatif dan legislatif yang terdiri dari partai politik dan politisi. Pencapaian di bidang politik, ekonomi, social selalu dilaporkan meningkat, tumbuh dan membaik.
Padahal fakta di lapangan seringkali terbalik, salah satu contoh kebangkrutan dalam bidang politik yaitu impian Reformasi untuk hidup lebih sejahtera, sirna. Empat kali presiden Indonesia tidak berhasil mengubah Indonesia secara fundamental. Yang paling menonjol adalah proses demokratisasi, pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah dan wakil rakyat dipilih secara langsung. Orang ramai-ramai membuat partai. Apa yang didapat rakyat setelah memilih para pemimpin dan wakilnya di parlemen?
Para elit politik hanya berkutat pada rebutan dan mempertahankan kekuasaan berikutnya. Penguasa sering lupa akan tugasnya melayani rakyat, kebijakan yang diambil bukan suara rakyat, tetapi suara partai. Hal ini wajar, karena praktek pemilihan pemimpin dan wakil rakyat syaratnya dengan politik uang. Praktek politik uang membawa konsekuensi koruptif dan menghalalkan segala cara. Kepercayaan rakyat terhadap penguasa dan parlemen semakin berkurang, hal ini dibuktikan dengan jumlah partisipan golput yang semakin bertambah.. (Hady Sutjipto, SE, MSi, Dosen UNISBA).
Dengan banyaknya golput dalam pemilu sekarang ini menunjukan bahwa cara memilih pemimpin di Negara kita itu salah, kriteria pemimpin yang diinginkan itu tidak sesuai dengan harapan rakyat, karena rakyat mendambakan sekali seorang pemimpin yang membawa rakyat sendiri untuk BANGKIT bukan malah BANGKRUT. .[as]
Kamis, 25 Juni 2009
Menyikapi Tabir Sabar
Faktor apa saja yang membuat insan hina? Diantaranya ialah tamak atau rakus terhadap dunia sehingga berjangkitlah penyakit hubbuddunya wa karohiyatul maut (cinta dunia dan takut mati). Yang kedua kufur nikmat dimana pada saat ini qolbu dan akal pikiran jernih tertutup oleh fatamorgana kehidupan fana.Adapun selanjutnya adalah kita harus sabar dalam menghadapi segala ujian dan cobaan dari Alloh swt. sebagai tolak ukur keimanan seorang insan.
Membicarakan kata sabar lebih mudah, namun untuk merealisasikanya tak segampang membalikan telapak tangan, sebab untuk mencapai golongan shobirin seperti Rosululloh saw. membutuhkan proses yang lama dan menghadapi godaan yang lebih berat, Alloh swt. memberikan gambaran kepada kita dalam kitabNya mengenai jaminan bagi kaum shobirin sebab tidak semata-semata Alloh kemberikan sesuatu kepada umatNya yang sekiranya tidak mampu (QS. 2:286), dan dibalik tabir tersebut terdapat hikmah sangat besar sehingga membuat insan terangkat derajatnya baik di dunia maupun di akhirat tanpa batas hitungannya sebagaimana kalamNya dalam surat Az-Zumar ayat 10.
Disisi lain Alloh menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan hasil kekayaan, kematian dan kekurangan makanan, tapi semua itu hanyalah sedikit dan sementara, oleh karena itu pergunakanlah kesempatan yang sebentar tersebut untuk mencapai segala cita dan karya sesuai dengan firmanNya :”Pergunakanlah untuk mencapai tujuanmu dengan sabar dan sholat, sesungguhnya Alloh telah membantu orang-orang yang sabar.” (QS. 2:153).
Kehidupan ini misteri sehingga membuat manusia selalu ingin memikirkannya, kala suka, duka ada, pria lahir, wanita mengikuti. Ada siang malampun tiba. Namun semua itu sudah menjadi alur cerita yang dibuat sedemikian rupa oleh sang kholiq hingga sampai detik ini tak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya terlebih dahulu, oleh karena itu salah satu resep untuk menghadapi hidup dan kehidupan ialah dengan membaca, tafakur dan tadabur dalam kaidah-kaidahNya serta uswah Nabi-NabiNya.
Memelihara sabar berarti memupuk benih pahala yang dapat merubah bala menjadi satu kenikmatan. Karena hati menyadari bahwasanya semua yang ada sementara belaka. Mari kita jadikan jiwa dan raga kita untuk menjadi bagian dari kaum sabar dalam menghadapi lika-liku kehidupan dan mudah-mudahan Alloh swt. senantiasa membimbing kita. Amiiin…
Wallahu a’lam bishshawab.
Hidup Adalah Ujian
Ketauhilah saudaraku....., Jalan kehidupan yang kita jalani masih panjang, masih banyak hal yang perlu kita benahi, perlu kita perbaiki, suatu ketika Rasulullah Saw bersabda:”Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dia adalah orang yang merugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dia adalah orang yang binasa (celaka)”.
Akankah kita termasuk golongan yang rugi? Saya yakin tak ada satupun di dunia ini yang menginginkan suatu kerugian dalam hidupnya. Kini apa yang kita pilih? Kehidupan yang berarti atau kehidupan yang statis yang tak pernah ada perubahan? Hidup memang pilihan, sekarang tinggal kita memilih ketakwaan atau kerugian? Allah berfirman dalam Qs As-Syam: “Maka Allah mengilhamkan jalan kepasikan dan ketakwaan”.
Tak ada kata terlambat berubah menuju lebih baik, berbenah diri, memperbaiki diri, menata diri memperbaiki kehidupan. Namun terkadang kita bingung apakah yang harus kita kerjakan terlebih dahulu?
Bagi orang yang beriman dia akan menyadari bahwa kesedihan itu hanyalah ujian dari Allah untuk menguji keimanan seorang hambaNya. Ketika menyadari hal itu dia akan menyikapinya dengan hati yang tenang, sambil berusaha mencari hikmah di balik kesedihan itu.
Kedua dengan memperbanyak membaca al Quran , karena al Quran merupakan penenang hati, penyejuk jiwa, yang menjadikan pembacanya tak gelisah. Bacalah al Quran, resapi setiap ayat yang keluar dari lisan kita serta pahami maknanya.
Ketahuilah saudaraku........,bahwa kesedihan itu merupakan ujian dariNya sebagai bukti kasih sayangNya terhadap hambanNya. Allah hanya menguji kita sesuai dengan kadar kemampuan kita. :la yukalipulahu nafsan ila wus’aha. Tidaklah Allah membebani seorang hamba kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
Seyogyanya kita meyadari bahwa semuanya milik Allah dan akan kembali kepada pemiliknya. Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Dialah yang berhak atas segala sesuatu. [as]
Kamis, 18 Juni 2009
Indahnya Berbagi

Berbagi dalam istilah agama Islam dikenal dengan Zakat. Dalam ilmu balagoh kata Zakat merupakan bentuk masdar dari kata kerja Zakaa-Yazkii- Zakaatan. Kata Zakat berarti suci, tumbuh berkembang penuh keberkahan. Secara terminologis atau syar'i zakat mempunyai arti mengeluarkan sebagian harta (berbagi) dengan persyaratan tertentu kepada kelompok tertentu (mustahik zakat) dengan syarat-syarat tertentu pula. Mengeluarkan zakat hukumnya wajib bagi muzaki (orang yang mengeluarkan zakat) yang hartanya sudah nishob (memenuhi batas minimal membayar zakat).
Dalam ajaran Islam membayar zakat merupakan bagian dari rukun Islam bercorak sosial-ekonomi. Sehingga letak hukum wajib hanya dibebankan kepada para agniya (orang kaya). Membayar zakat merupakan bukti perwujudan keimanan seseorang terhadap Allah SWT, dan merupakan bukti keyakinan akan kebenaran ajaran-Nya. Oleh karena itu tidaklah berlebihan kalau zakat dikatakan sebagai ibadah dibidang harta yang memiliki posisi dan kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam membangun kesejahteraan, mengentaskan kemiskinan, dan meningkatkan kegitan ekonomi umat.
Hanya saja sangat disayangkan di negara kita zakat belum dikelola secara maksimal, sehingga dampak keberkahan dari zakat belum bisa dirasakan secara utuh.
Oleh karena itulah ulama-ulama Islam tempo dulu telah menumpahkan perhatian besar untuk membahas hukum dan makna zakat itu sesuai dengan spesialisasi ilmu masing-masing. Para Fuqoha, mereka membahas zakat berdasarkan ilmu fiqih. Mereka berpendapat bahwa zakat adalah ibadah kedua didalam Islam. Selain itu, zakat merupakan bagian dari system moneter dan social Islam. Dan mereka Para mufassirin (ahli tafsir) membahas zakat dengan menafsirkan ayat-ayat zakat secara jelas dan komprehensif.
Berbicara masalah zakat tentu bagi kita sebagi seorang Muslim sudah tidak asing lagi, namun permasalahannya sudahkah kita merealisasikan zakat dalam kehidupan kita. Mungkin hanya sebagian kecil dari kita yang telah memenuhi kewajiban zakat ini. Sebab pada kenyataannya masih banyak saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Padahal potensi zakat di Indonesia sesungguhnya sangat besar. Menurut mantan Mentri Agama RI, Said Munawwar, bahwa potensi zakat di Indonesia per-tahun mencapai 7.5 - 12 trilliun rupiah. Suatu jumlah yang tidak kecil.Jika potensi zakat yang demikain besar itu bisa di gali dan dikelola dengan baik tentu akan berdampak pada peningkatan pemberdayaan ekonomi umat dan pembangunan bagi bangsa ini.
Al Quran Sebagai Petunjuk

Sepintas kita bingung atas sikap pemerintah kita yang mencari jalan keluar dari berbagai permasalahan yang menimpa negeri ini. Saat ini pemerintah sedang serius-seriusnya menghadapi masalah-masalah yang menimpa negeri ini dari mulai masalah terkecil sampai masalah terbesar. Carut marutnya perpolitikan, tidak jelasnya system perekonomian, tidak adanya keadilan dalam hukum, meningkatnya kriminalitas mulai dari perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, penipuan, banyaknya pengangguran, meningkatnya kemiskinan yang berujung pencurian, maraknya minuman keras dan obat-obatan terlarang yang menyebabkan kematian, makin banyaknya pasien rumah sakit jiwa akibat stress, banyaknya kematian akibat gizi buruk, makin banyaknya koruptor, dan masih banyak lagi masalah yang dihadapi bangsa ini. Tapi masalah ini tak pernah terselesaikan.
Berbagai macam cara dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini mulai dari membentuk KPK, membuat undang-undang, mengadakan hubungan bilateral dan multilateral, mengadakan diplomasi. Tapi sama sekali tidak ada perubahan walaupun telah berganti rezim, berganti presiden. Karena yang menjadi payungnya adalah system demokrasi, sekularisme dan kapitalisme yang hanya akan menambah penderitaan rakyat saja.
Pemerintah kita ini ibarat orang yang kebingungan untuk menuju suatu tempat yang jauh dan banyak arahnya. Padahal petunjuk dipinggir jalan sudah jelas sekali kelihatan. Tapi orang itu malah membuat peta sendiri, dan petunjuk yang ada di pinggir jalan itu dihiraukannya, akibatnya tersesatlah ia bahkan berimbas stres tidak bisa mencapai tujuan. Petunjuk tersebut tidak lain adalah Al Quran dan sunnahnya.
Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 2 menyuruh kita untuk mengikuti petunjukNya. Kita sering meminta kepada Alloh agar selalu di tunjukan kejalan yang lurus, “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.”(Qs. Al Fatihah: 6). Lalu surat Al-Baqoroh menjawab: “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.” Tapi kebanyakan manusia mengingkarinya dan menjauhi Al-Quran. Padahal Al-Quran merupakan sumber penyelesaian segala permasalahan. Sebagaimana firmanNya dalam Q.S Al Baqarah ayat 23: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad), Buatlah satu surat (saja) yang semisal al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Alloh, jika kamu orang-orang yang benar “.
Masyarakat saat ini terus dibohongi oleh system yang ada, bahkan masyarakat sendiri acuh tak acuh dalam menghadapi permasalahan ini. Anehnya lagi, masih ada orang yang memperjuangkan system buatan manusia yang sudah puluhan tahun berada dalam kebobrokan dan tidak menghasilkan apa-apa. Yang ada hanyalah kehancuran-kehancuran yang menimpa bangsa ini, sadarkah kita ?
Maka dari itu sadarlah kita semua bahwa Al-Quran yang sudah ditetapkan Alloh sebagai sumber hukum harus kita perjuangkan untuk dijadikan undang-undang Negara dan sebagai falsafah negeri ini. Maka marilah kita dirikan syari'ah tegakan khilafah. Allohu Akbar, Allohu Akbar…!!![as]
Minggu, 14 Juni 2009
Urgensi Faroid

“Bagilah harta pusaka antara ahli-ahli waris menurut Kitabullah (Quran).”(Riwayat Muslim dan Abu Dawud).Lafazh al-Faraid (waris), merupakan bentuk jamak dari lafazh faridah, yang oleh para ulama kata Faradhiyun diartikan semakna dengan lafazh mafrudhah, yakni bagian yang telah dipastikan kadarnya. Selanjutnya lafazh fardhu, sebagai suku kata dari lafazh faridhah, yang menurut bahasa mempunyai beberapa arti diantaranya Taqdir, yakni suatu ketentuan sebgaimana dijelaskan dalam firman Allah surat al-Baqarah: 237, dan ada juga yang mengartiakn Qath'i yakni ketetapan yang pasti seperti dalam firman Allah, surat an-Nisa:7 : “… dan bagi wanita ada bagian dari apa yang ditingalkan oleh kedua orang tua dankerabat-kerabat baik sediita ataupun banyak, sebagai suatu bagian yang telah ditetapkan.”
Bagi umat islam melaksanakan peraturan-peraturan syri'at yang ditunjuk oleh nash-nash yang sharih, meski dalam soal pembagian harta pusaka sekalipun, adalah suatu keharusan (wajib), selama peraturan tersebut tidak ditunjuk oleh dalil nash yang lain yang menunjukan ketidak-wajiban. Bahkan didalam surat an-Nisa ayat 13 dan 14, tuhan akan menempatkan sorga selama-lamanya bagi orang-orang yang mentaati ketentuan pembagian harta pusaka(waris) dan memasukan ke neraka untuk selama-lamanya bagi orang-orang yang tidak mengindahkannya.
Allah berfirman : “dan barang siap[a mendurhakai allah dan Rosul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, Allah bakal memasukannya kedalam neraka sedang ia kekal didalamnya dan baginya siksa yang menghinakan.” (an-Nisa : 14
Dalam kehidupan kita sekarang, khususnya ummat islam dalam bidang waris atau pusaka mempusakai dari harta yang ditinggalkan oleh seseorang, sering menyebabkan timbulnya persengketaan diantara ahli waris. Hal itu biasanya disebabkan karena setiap ahli waris sama-sama merasa berhak untuk mendapatkan bagian dari harta yang ditinggalkan almarhum/mah. Bahkan terkadang dalm hal pembagian harta warisan mereka tidak menetapkan bagian yang sesuai dengan apa yang termaktub dalam al-quran, mereka membagikan harta warisan itu dengan membagikannya sama rata baik itu antara laki-laki dan perempuan, antara saudara, ayah, ibu, suami, istri dan lain sebagainya. Padahal al-Quran telah menjelaskan secara terperinci bagian buat anak laki-laki, perempuan, ayah dan ibu bahkan saudara. Sebagai contoh al-Quran menjelaskan bahwa bagian bagi anak laki-laki sama dengan dua bagian anak perempuan. Hal ini sebagiaman dijelaskan dalam al-Quran surat an-Nisa;33 “ Allah Ta'ala mewasyiatkan bagimu mengenai anak-anakmu, (yakni) bagian seorang nak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan….dst.
Sepintas lalu, ayat ini seolah menggambarkan bahwa pembagian 2:1 ini meeupakan kezaliman pertama yang dilakukaniIslam terhadapa kaum perempuan, karena tidak adanya persamaan hak. Bahkan sebagianyang lain berpendapat ini melanggar kebesan hak asasi manusia. Padahaal kaita bisa melihat bahwa keadilan Islam telah meminta suami menafkahkan istri, begitu juga laki-laki menafkahkan saudara perempuannya.'' Dengana demikian ½ bagian tetap menjadi milik perempuan plus diapun mendapatkan harta dari suami yang berkewajiban menafkahinya. Jadi siapa yang mendaptkan bagian yang paling banyak? Jawabnya : Perempuan. Alangkah indanhnya tindakan Allah sebagai Sang Pencipta mahluk (manusia). Dia menjadikan bagian perempuan sebagi standar, ini tentunya merupakan bukti betapa Islam sangat memulyakan kaum perempuan. Mungkin kita bertanya kenapa Islam sangat memulyakankaum perempuan bahkan sampai ketik sahabat bertanya kepada Rasulullah” Ya Rasulullah sipakah orang yang harus aku hormati “Ibumu, Ibumu sampai tiga kali. Salah satunya karena mereka merupakan lambang kehormatan yang harus dijaga dan dipelihara.
Serenta akidah mereka bertambah kuat dan satu sama lain telah terpupuk rasa cinta mencintai, apalagi kecintaan mereka kepada Rasulullah sendiri sudah sangat mesra, perkembangan agama islam makin maju, pengikut-pengikut agama Islam bertambah banyak, pemerintahan Islam sudah stabil dan lebih dari itu penaklukan kota mekkah telah berhasil dengan sukses, maka kewajiban hijrah yang semula sebagai media untuk menyusun kekuatan antara orang muslim dari mekah dengan orang muslim dari medinah dicabut dengan sabda beliau yang bebunyi :“Tidak ada kewajiban berhijrah lagi setelah penaklukan kota mekkah.” (muttafaq 'alaih).
Demikianlah proses penerapn ilmu waris (Faraid) menurut pendapat jumhur ulama, Wallhu a'alam.
Mencegah Krisis Akhlak

Dunia sepertinya sudah kusut dan jungkir balik. Betapa tidak, masyarakat dunia saat ini khususnya di Indonesia yang mayoritas beragama islam bukannya bangga menyandang identitas sebagai muslim, yang mana jiwa seorang muslim dan muslimah mempunya iidentitas akhlakul karimah (akhlak yang mulia).
Tetapi, kita lihat relaita sangat bertolak belakang. Tidak sedikit kaum remaja yang melanggar agama dan tidak berakhlak. Maka mereka dengan seenaknya berbuat bebas tanpa batas. Mereka lebih senang hidup glamor dan funkisme dengan gaya barat yang sama sekali bukan ciri kepribadian seorang muslim. ironisnya, mereka merasa bangga sampai diagung-agungkannya. Padahal dunia yang semakin semrawut ini memerlukan sekali sosok muslim yang memiliki jati diri sebagai manusia yang senantiasa ada dalam naungan islam untuk menjungjung tinggi akhlak yang mulia.
Disisi lain Kita lihat banyak sekali orang-orang kaya dan para pejabat yang hancur akhlaknya. Tujuan para pejabat itu hanya mengumpulkan harta dan memperoleh jabatan tinggi. Untuk itu mereka beranai melakukan apapun bahkan sampai menghalalkan segala cara. Setiap harinya mereka merasa gelisah memikirkan bagaimana caranya memperolah harta yang melimpah. Terus dan terus memikirkan itu. Tanpa ada sedikitpun mereka memikirkan bagaimana caranya agar dicintai Allah, agar Allah mengampuni dosa-dosanya.Mereka sudah membelakangkan kehidupan akhirat dengan tertanamnya sifat hedonisme.
Bandingkan dengan pribadi Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah contoh teladan umat manusia sepanjang zaman. Orang yang mengikuti tuntunan dan keteladanannya hidupnya akan penuh dengan kebaikan, tutur katanya selalu menyejukkan hati, begitu pula perilakunya membuat orang lain senang bersama dengannya. Bahkan kehidupannya pun selalu dirindukan oleh banyak orang. Allah swt. berfirman dalam Q.S. al-Ahzab ayat 21: “Sungguh telah ada pada diri Rosul itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.
Maka dari itu untuk mencegah krisis akhlak yang sedang melanda ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya: Pertama: jujur, dengan kejujuran akan menumbuhkan jalinan kepercayaan diantara mereka. Kedua: perlu ditekankannya sikap amanah, yang akan melahirkan jalinan social kemasyarakatan yang kuat dan kokoh. Ketiga: tumbuh dan melekatnya iffah pada diri seseorang muslim yaitu, dengan menjaga harga diri dan mengendalikan diri supaya tidak terjerumus kedalam kemadlorotan sehingga akan tumbuh subur ikata social dalam masyarakat yang saling menghargai dan menghormati, saling menjaga harga diri dan kehormatan sesamanya. Sebagaimana sabd Rosul :“Seorang muslim menjadi mulia karena agamanya, mempunyai kepribadian karena akalnya dan menjadi terhormat karena akhlaknya”. Keempat: mampu membentengi diri dari perbuatan dosa. Dan Kelima : menghindari diri dari perbuatan yang tidak bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas, sebagimana rosul bersabda : “Diantara tanda-tanda kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak berguna baginya.
Jumat, 05 Juni 2009
Kembali Ke Tauhidullah

Kata Tauhid dalam gramatika B. Arab, merupakan bentuk masdar dari kata kerja Tawaahada (Tafaa'ala) yang artinya meng-Esakan. Sehingga Tauhidulloh arti lengkapnya adalah meng-Esakan Allah. Esa dalam zat-Nya juga Esa dalam sifat-Nya.Rasulullah SAW, bersabda: “ Aku disuruh supaya memerangi manusia sehingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan kecuali Allah dan bahwa Muhamad adalah utusan Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat
Berdasarkan hadist diatas kita bisa mengetahui bahwa menanamkan akidah (Tauhidullah) dikalangan umat manusia, merupakan pangkal bit'sah kenabian Muhammad Rasulullah SAW. Itu pulalah yang secara mendasar membedakan agama islam yang diabawa Rasululloh Muhammad SAW, dari agama-agama lain yang di peluk oleh umat manusia pada masa itu (Jahiliyah). Bukan suatu kebetulan dan bukan pula tanpa tujuan kalau ayat-ayt al-Quran yang turun di Makkah(surat Makiyyah) selama 13 tahun menekankan suatu persoalan pokok, yaitu soal ke-Esaan Allah, yakni suatu akidah yang tanpa ragu-ragu mempercayai dan meyakini tiada suatu apapun yang berhak disembah selain Allah.
Rasulullah berjuang meluruskan Tauhid orang Arab Mekah bukan semata-mata karena orang Arab pada jaman itu tenggelam dalam kemaksiatan dan kemunkaran serta penyembahan berhala tetapi karena soal Tauhid merupakan poros semua segi kehidupan manusia. Tidak ada apapun yang lurus dan benar, kecuali jika aqidah mengenai ke-Esaan Allah(Tauhidulloh) telah lurus dan mantap di dalam pikiran dan perasaan kita. Sebab aqidah itulah yang melandasi semua segi kehidupan dan perilaku kita. Baik buruknya amaliyah seseorang bergantung kepada sejauh mana nilai Tauhidullah yang dimilikinya. Dengan kata lain aqidah (Tauhidullah) merupakan pondasi pergerakan manusia. Baik buruknya amaliyah seseorang bergantung kepada sejauh mana nilai Tauhidullah yang dimilikinya.
Kenyataan tersebut dapat kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat menyaksikan dengan mudah, betapa banyak manusia berbuat serong dan menyeleweng dari syariat Islam, sedemikian jauh akibat penyelewengan fikiran mereka mengenai soal ketuhanan. Tidak sedikit orang yang mengakui keberadaan Allah sebagai Dzat yang Maha Kuasa, tetapi pengakuan mereka tidak di sertai fikiran sehat, fikiran bulat, tidak disertai kepercayaan yang mantap dan tidak pula disertai tekad yang bulat.
Padahal sedikitnya dalam shalat lima waktu kita selalu mengulang-ulang kalimat Tauhid sebagai bentuk penyerahan dan pengakuan akan ke-Maha Esaan dan ke-Mahabesaran Allah SWT. Dalam kalimat tersebut kita berikrar bahwa: “ Ashadu an-laa ilaha illallahu wa-ashadu anna Muhammadarrosuululloh ” Saya bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selian Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.
Kalimat “laa ilaha illalloh” yang artinya tiada tuhan selain Alloh, mengandung dua hal, pertama, an-nafyu/peniadaan, dan yang kedua adalah al-itsbat/penetapan. Dalam kalimat ini, pertama Alloh meniadakan keberadaan sekutu bagi diri-Nya, selain itu, dia mempermaklumkan keesaan-Nya. “laa ilaha illalloh” yang artinya tiada tuhan selain Alloh. Walaupun banyak tuhan-tuhan selain-Nya yang pernah disembah suatu kaum dalam kurun waktu tertentu, baik berupa patung-patung ataupun bintang-bintang, jelaslah bahwa seluruh sembahan itu adalah batil. Kebenaran tiada tuhan melainkan Alloh terbukti dengan tidak adanya tandingan dari tuhan-tuhan lain yang membuktikan bahwa mereka tuhan.
Hal ini diperkuat dengan adanya ungkapan ''Laa ilah” dimana huruf laa untuk peniadaan, dan ketika kita sempurnakan dengan illa Allah, maka huruf Illa berpungsi untuk menetapkan. Maka dengan demikian kalimat “laa ilaha illalloh” maknanya tiada tuhan selaian Alloh yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya tidak ada yang layak disembah dengan hak selain Alloh. Dan kata“Allah” adalah sesuatu Zat yang wajib al wujud (harus ada) atau bersipat mutlak keberadaannya.
Walllahu a'alam
Benarkah kita mencinai Allah

Hampir disetiap peradaban anak Adam, selalu terdapat segelintir manusia yang istimewa. Mereka menjadi istimewa karena hidupnya bukan sekedar untuk bisa bertahan hidup, tetapi hidup dalam kehidupan. Bahkan kematiannyapun tidak bisa digambarkan hanya dengan tiga kalimat : nama fulan bin fulan, lahir dan wafat tanggal sekian. Namun ribuan kata dan goresan penapun tidak mampu melukiskan “amal shaleh yang dilakukannya selama hidup“ merekalah orang-orang yang telah membuktikan cintanya pada Sang Khalik.Diantara orang yang namanya terlukis diatas tinta emas adalah:
Sa'ad bin Abi Waqqash r.a. Beliau merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki kecintaan luarbiasa terhadap ibunya. Suatu ketika ibunya mengetahui bahwa anaknya telah menyatakan diri masuk islam dihadapan Rasulullah.Sang ibu kecewa sekali mendapati anaknya berseberangan keyakinan dengan apa yang telah terwarisi secara turun-temurun. Kemudian Sang ibu pun mengancam dengan mogok makan berhari-hari. Suatu ketika Sa'ad mendapati Ibunya dalam kepayahan yang sangat,kemudian sang ibu berkata,“wahai Ananda darah dagingku, tegakah Engkau melihat ibumu dalam keadaan seperti ini?Ibu mohon kembalilah engkau pada ajaran nenek moyang kita. Jika engkau mencintai ibu segera tinggalkan Muhammad SAW.” Sa'ad tertegun sejenak! kemudian dengan tenang Ia menjawab“ Wahai ibunda! sekiranya ibu punya seratus nyawa, kemudian satu-persatu nyawa tersebut keluar dihadapan Ananda, niscaya Ananda tidak akan pernah meninggalkan Muhammad Rasululloh SAW”.Setelah mendengar pernyataan Sa'ad dan mengetahuai keteguahan anaknya yang kuat laksana baja, akhirnya hati sang Ibupun luluh dan bergabung bersama anaknya memeluk ajaran Islam.
Yang kedua adalah Umar Mukhtar, Pejuang Islam “ Singa Padang Pasir.” Beliau merupakan mujahid Islam yang lahir ditengah kemelut perang Libya dengan Italy. Pada saat itu pembantaian dan pembunuhan merupakan phenomena yang acap kali disaksikan tiap waktu. Hal itulah yang membuatnya bertekad untuk mengusir segala bentuk penjajahan, sejak kecil. Sifat pemberani dan pantang menyerah menjadi warna dalam kepribadiannya. Setelah dewasa, Umar Mukhtar bersama para pejuang lain mampu mematahkan berbagai serangan yang dilakukan oleh musuhnya. Hal ini menambah geram sang komandan pasukan Italy, untuk segera menjebak dan menangkap Umar Mukhtar '' Singa Padang Pasir”. Namun berkat karuni Allah, berbagai rencana dan strategi musuh dapat digagalkan dengan cara yang tidak pernah diduga. Sampai ahirnya Allah berkehendak lain, Umar Mukhtarpun tertangkap dan dipenjara dengan pengamanan yang sangat ketat. Lewat pengadilan sepihak, akhirnya Umar Mukhtar diputus hukum gantung. Semoga dua kisah diatas menjadi bahan renungan atas pengorbanan untuk tegaknya Agama Allah swt.
Abu Ali Ibn Sina belumlah genap berusia 20 tahun ketika mengenal sejumlah cabang ilmu pengetahuan pada masanya. Ia berada di urutan teratas dalam penguasaan teologi, ilmu alam, matematika, dan ilmu-ilmu agama. Suatu saat, ia menghadiri kuliah Ibn Miskawih, seorang sarjana mashur pada zaman tersebut. Dengan penuh keangkuhan, ia melemparkan sejenis kenari ke Ibn Miskawih dan berkata,”Tentukalah permukaannya”. Ibn Miskawih pun meletakan beberpa lembar kertas tentang akhlak dan pendidikan dari buku Taharah Al Ar’aq ke hadapan Ibn Sina dan berkata,”Pertama-taman, perbaikilah tingkah laku dan tindakanmu hingga aku menentukan permukaan kenari ini. Lebih penting bagimu untuk mengubah akhlak ketimbang mengetahui permukaan kenari itu.” Mendengan sentilan ini, Ibn Sina meras malu.
Ucapan tersebut memberi manfaat besar sepanjang hidupnya.
Minggu, 31 Mei 2009
Mengislamkan Akhlak Kita

Kata akhlak berasal dari bahasa arab, jamak dari kata Khuluqun, yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Sedangkan pengertian akhlak secara utuh banyak sekali, sebagaimana yang diartikan oleh beberapa ulama kaliber internasional yang sudah banyak melahirkan karya dan fakta.
Menurut Imam al-Ghajali, Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa, melahirkan tindakan-tindakan secara spontanitas, tanpa mengalami proses pertimbangan dan pemikiran lebih dulu”. Sedangkan menurut Prof. Dr. Ahmad Amin” Akhlak ialah kehendak yang dibiasakan”. Dari kedua pengertian diatas, Dr. M Abdullah Diroz mengambil kesimpulan bahwa: “ Akhlak adalah suatu kekuatan berupa kehendak yang mantap, yang kemudian berkombinasi dengan raga (anggota tubuh) membawa kecenderungan berbuat benar (terpuji) atau berbuat jahat (tercela). Istilah akhlak disebut juga Etika. Namun pada hakikatnya sama saja. hanya saja, kalau kata etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang berarti adat kebiasaan. Wal hasil, akhlak adalah etika dan etika adalah ahlak.
Manusia merupakan mahluk yang paling mulya, dan salah satu ciri kemulyaannya terletak pada akal dan pikiran. Selain merupakan ciri kelebihan manusia, akal pikiran juga merupakan pembeda antara manusia dan mahluk Allah lainnya. Sehingga dalam berinteraksipun manusia memiliki dua jalur komunikasi. Jalur pertama disebut hubungan vertikal yakni hubungan antara manusia dengan Allah, Tuhan yang telah menciptakannya. Konsekwensinya manusia harus beribadah kepada-Nya, Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran, surat Az-Zariyat:56“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali agar menyembah kepada-Ku”.
Hubungan kedua, adalah jalur horizontal, yakni hubungan antara manusia dengan sesamanya. Hubungan ini merupakan kodrat atau pembawaan diri manusia sebagai mahluk sosial yang suka bergaul dan bermasyarakat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah:“Hai manusia, sesunguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujarat ayat: 13).
Kedua jalur tersebut harus dipelihara dan duilaksanakan dengan baik, sehingga segala perbuatan dan gerak-gerik kita mendapatkan ridha Allah. Dengan demikian kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dalam Islam kedua jalur tersebut diatur dengan apa yang dinamakan “amal soleh” atau lebih tegasnya apa yang disebut Akhlak. Akhlak juga merupakan mutiara hidup yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya, sebab seandainya manusia hidup tanpa akhlak, maka akan hilang derajat kemanusiannya sebagai mahluk Allah dan turunlah kederajat binatang, bahkan lebih hina dari binatang buas. Setiap orang tidak akan lagi peduli akan baik dan buruk, soal halal dan haram. Hal ini adalah karena yang berperan dan berpungsi pada diri masing-masing manusia adalah elemen syahwat (nafsu)-nya yang telah mengalahkan akal dan pikiranya.
Imam al-Ghazali dalam kitabnya “Mukasyafatul Qulub” menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia lengkap dengan akal dan syahwatnya. Maka barang siapa yang nafsunya dapat mengalahkan akalnya, hewan melata lebih baik dari pada manusia tesebut. Sebaliknya bila manusia dengan akalnya dapat mengalahkan nafsunya, maka derajatnya berada diatas malaikat. Oleh karena itu betapa pentingnya akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Maka pantas saja kalau Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak”
Wallahu a’lambishowab
Awak dan Akhlak

Di zaman sekarang ini manusia berbondong-bondong, berduyun-duyun dan berlomba-lomba pergi ke suatu tempat untuk menghiasi dirinya (awaknya) agar terlihat lebih cantik dan tampan. Rambut yang keriting dan pendek dibuat lurus dan panjang, hingga terlihat lebih asyik dipandang. Hidung yang yang pesek dirubah menjadi mancung, wajah yang pas-pasan dirubah menjadi wajah yang fenomenal, sehingga mendapat pujian dan sanjungan dari orang lain meski penuh dengan kenistaan.
Ketahuilah semua itu hanyalah sesuatu yang dapat mendatangkan kehinaan karena melawan takdir Tuhan. Orang yang demikian disisi Allah swt disebut orang yang tidak bersyukur terhadap apa yang telah diberikan-Nya dan atas kesempurnaan ciptaan-Nya.
Usaha manusia yang ingin mendapatkan pujian dari orang lain akan ketampanan dan kecantikannya hanyalah sia-sia belaka. Karena pujian yang diberikannya sifatnya sementara, Ketika kecantikan dan ketampanan itu hilang, hilang pula pujian itu. Pujian sebenarnya adalah hanya milik Allah swt. Rosululloh saw bersabda “Sesungguhnya Allah swt tidak melihat kepada kalian jasad dan bentuknya (awaknya), akan tetapi Allah menilai pada hati (akhlak) dan amal kalian”.
Seiring dengan berubahnya waktu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, maka awak (jasad juga akan berubah, mata yang tajam menjadi buram, pendengaran yang jelas menjadi tuli, tenaga yang kuat menjadi lemah, serta kulit yang tadinya kencang menjadi kendur. Semua itu merupakan sunnatullah, mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua sebagai orang yang beriman harus menerima dengan penuh keikhlasan dan keridloan sebagai rasa tanda syukur kita kepada Nya.
Akhlak menjadi perhatian utama kedua setelah Tauhid. Adalah Rosulullah saw (Muhammad bin Abdullah) dilahirkan ditengah-tengah masyarakat yang mempunyai tabi'at akhlak yang begitu buruk, saling bermusuhan dan membunuh antar suku, mabuk, berzina, dan yang paling memilukan adalah mereka sering mengubur hidup-hidup anak perempuan mereka. Dengan diutusnya Beliau sebagai penerang dari kegelapan panutan seluruh alam dari kejahilan memberikan contoh akhlak yang baik untuk ummat manusia.
Dengan tulisan yang singkat ini marilah kita bersama-sama untuk senantiasa selalu bersyukur atas segala apa yang telah ditaqdirkan Allah swt. Jagalah akhlak kita dari hal-hal yang menjadikan kita kufur kepada Allah swt. Semoga Allah swt menjadikan kita sebagai manusia yang selalu bersyukur dan berakhlak mulia. Amiin
Rabu, 20 Mei 2009
Mengislamkan Ibadah Kita
1. Berbuat Ihsan (merasa diperhatikan oleh Allah)
Agar ibadah kita sesuai dengan tuntutan Allah maka langkah pertama adalah berbuat ihsan yaitu merasa di awasi oleh Allah. Banyak diantara kita yang saat ini melakukan ibadah sehari-hari . Seperti ibadah wajib, sunnah, dll. Tapi hanya mendapatkan rasa capek, lelah, nagantuk tidak mendapatkan pahala dari ALLAH . Orang-orang seperti ini adalah orang yang melakukan ibadah hanya karena ingin mendapatkan pujian dari sesama manusia. Contoh yang sangat nyata adalah ketika bulan puasa, banyak orang yang mengatakan dirinya puasa tapi ketika tidak ada orang dia makan, minum, merokok dan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa.
Contoh lainnya adalah Korupsi yang sangat merugikan bagi orang lain tapi juga dirinya sendiri.Uang yang dimakan itu bukan haknya. Perbuatan korupsii banyak mendzalimiorang lain. Begitu juga dengan seorang pelajar yang mencontek saat ujian berlangsung merupakan perbuatan yang sanagat merugikan, membunuh karakter dirinya sendiri. Perbuatan-perbuatan yang seperti ini sebenarnya tidak akan pernah terjadi kalau kita merasa, bahwa diri kita ini selalu diperhatikan ALLAH (berbuat ihsan), bahwa ALLAH itu ada di mana-mana dan selalu memperhatikan perbuatan kita.Allah Maha Melihat Maha Mendengar.
2. Khusu' dalam Beribadah (sunggguh-sungguh)
Orang yang khusu' dalam beribadah adalah orang yang yakin akan adanya ALLAH. Yang mana dalam setiap perbuatannya selalu menyertakan kehadiran ALLAH. Baik itu diam, sedang dalam melakukan perkegiatan,dll. Dari mengingat ALLAH inilah ibadah kita akan selalu serius atau tidak main-main, kesungguhan inilah yang yang akan memberikan kita kecerahan hati dan jiwa yang tenang, karena ibadah kita dilakukan dengan cara yang tulus ikhlas dengan harapan mendapatkan ridlho dari ALLAH.
Sekarang ini banyak orang yang kelihatannya melakukan shalat, selama
3. Al-Quran dan Hadits
Rosululloh SAW diutus oleh ALLAH SWT kedunia ini bukan hanya sekedar penutup dari para nabi yang sebelumnya, tetapi untuk meluruskan akidah yang dilakukan oleh manusia yang sebelumnya dan yang akan datang. Dengan adanya rosul di muka bumi ini manusia di perintahkan untuk merubah dirinya dari hal-hal yang sangat menyimpang, seperti dengan adanya penyembahan terhadap berhala, yang memang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim, percaya terhadap barang-barang yang dikatakan sakti mandraguna, seperti keris, batu akik, kalung, serta benda-benda yang lainnya. Kehadiran beliau ke dunia ini tidak hanya dengan tangan kosong, tetapi dengan satu buku panduan yang biasa kita sebut dengan kitab Al Qu'ran, yang mana isi dari kitab ini adalah suatu pedoman hidup bagi manusia untuk menjalankan kehidupannya sehari-hari.
Kitab Al Qur'an ini merupakan suatu undang-undang bagi manusia untuk melakukan perbuatan dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari, karena kitab ini berisikan tentang pengetahuan, kesenian, politik, budaya, dll. Semua tercantum jelas di dalam kitab ini. Tapi sekarang ini masih banyak orang yang dalam kehidupannya sehari-hari itu masih merasakan kebingungan untuk melangkahkan kakinya untuk berubah mejadi yang terbaik. Pada dasarnya Orang yang seperti tidak pernah membaca ataupun meresapi dan memahaminya, seandainya mereka tahu bahwa mentilawah Al Quran itu adalah suatu ibadah yang sangat afdol di hadapan ALLAH SWT
Sedangkan hadits-hadits yang ada saat ini itu bertujuan untuk menerangkan apa-apa yang mungkin dalam Al Quran itu sulit di pahami oleh manusia. Maka dari itu kalau kita ingin mendapatkan keridloan dari ALLAH SWT lakukanlah apa yang diperintahkan oleh ALLAH dan menjauhi larangannya dengan cara mempelajari dan menelaah isi dari Al Quran dan Hadits.
Wallahu a’lam bishshawab.
Mendidik Anak
Namun kenyataannya mendidik anak tidaklah segampang membalikkan telapak tangan. Apalagi setiap orang tua tentunya mempunyai rasa belas kasihan yang sangat terhadap buah hatinya yang kadang rasa kasih ini jika tidak dalam porsinya justru akan menjadi racun bagi si anak sehinga anak menjadi manja. Namun mendidik terlalu keras juga tidak baik.
Apa yang dicontohkan oleh Luqman Hakim terhadap anaknya merupakan teladan bagaimana seharusnya seorang ayah mendidik anaknya. Luqman Hakim memberikan fondasi pendidikan bagi anaknya dengan akidah terlebih dahulu sebelum yang lainnya.”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kedzaliman yang besar”.(QS. Luqman : 13)
Setelah akidah kuat, pelajaran selanjutnya adalah beribadah kepada Allah dan berbakti kepada orang tua. Sangat disayangkan orang tua sekarang lebih mengutamakan hal yang bersifat materi. Mereka tidak peduli dengan akidah anaknya yang penting bisa memperoleh pendidikan duniawi yang baik sehingga banyak orang tua muslim meyekolahkan ke sekolah-sekolah non muslim yang sangat membahayakan akidah anaknya.
Apalagi Barometer kesuksesan sekarang hanya diukur dengan materi, seperti punya harta banyak, gelar, dan jabatan. Seorang anak dianggap berhasil jika sudah punya penghasilan sekian juta dalam sebulan, sudah punya rumah, jabatan dan lainnya.
Padahal ukuran kesuksesan sejati seseorang adalah ketakwaanya. Inna akromakum indallahi atqokum. Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang bertaqwa. Maka Lqman melanjutkan pelajaran kepada anaknya agar bertaqwa kepadaNya. “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku dirikanlah shalat dan suruhlah mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesugguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suarammu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suarau keledai. (QS.Lukman :16-19)
Anak adalah amnah, pendidkan anak merupakan tanggungjawab kita semua. Kita berharap anak-anak kita menjadi qurota a’yun, penyejuk mata, bukan menjadi musuh. Naudzu billahimin dzalik.

