Jumat, 24 Juli 2009

DEMOKRASI ADL SENJATA

Tidak akan rela kepadamu orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga kamu sekalian mengikuti ajaran mereka. (QS. Albaqoroh: 120).
Demikian pernyataan informasi dalam Al-Quran mengenai orang yahudi dan Nasrani. Mereka akan terus berusaha menjauhkan ummat islam dari Islamnya Agar Islam itu mundur.

Al-Quran dan As-Sunnah yang ditambah dengan Ijtihad para ulama adalah tiga aturan dasar yang menghantarkan ummat islam kepada kemajuan. Jika ketiga dasar ini telah terkontaminasi oleh isme-isme yang lain maka implikasinya islam tidak akan berdiri secara utuh, bahkan lama-kelamaan akan hancur.
Demokrasi adalah salah satu isme dari beberapa isme barat yang digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan islam.

Jika kita mengeksplorasi kata demokrasi, kata ini berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Demos dan Kratein, Demos artinya pemerintahan, Kratein artinya rakyat, oleh karena itu demokrasi dapat diambil satu pengertian yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan dalam demokrasi ini suara rakyat adalah suara tuhan, jadi disini kekuasaan itu berada ditangan rakyat. Padahal kita mengetahui bahwa rakyat di Negara kita ini tidak semuanya pinter bahkan kebanyakan rakyat tidak mengetahui apa-apa. Jadi apabila system ini dipakai, maka Negara akan kacau.
Untuk menentukan satu hukum dalam suatu Negara yng menggunakan system demokrasi dibutuhkan kesepakatan sebagian besar masyarakat Negara tersebut. Jika misalkan sebagian besar Negara tersebut menghendaki dibolehkannya judi, pornografi dan porno aksi, maka judi, pornografi dan porno aksi tersebut menjadi halal (legal).

Jadi kesimpulannya system demokrasi ini adalah system dimana manusia yang merupakan makhluk ciptaan Allah bukannya diatur oleh Allah sebagai Kholik/ penciptanya, melainkan manusia itu sendiri yang mengatur dirinya sendiri. Jika manusia sudah mengatur dirinya sendiri dengan hawa nafsunya maka kehidupannya akan hancur, bahkan dunia ini sebagai tempat hidupnya akan hancur pula. Dan hal ini biosa diilustrasikan pada sebuah kursi dengan tukang kursi. Jika kursi itu kotor dan mengalami kerusakan maka kursi tersebut tidak akan mampu membersihkan dan memperbikinya sendiri. Hanya satu-satunya yang mampu membersihkan dan memperbaiki kursi tersebut yaitu sang perawat dan pembuatnya (tukang kursi).

Manusia yang menginginkan keselamatan dan kebahagiaan hiduponya didunia dan di akhirat, mau tidak mau harus tunduk dan patuh melaksanakan aturan yang datang dari Allah, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.
Demokrasi merupakan senjata musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam. Demikian juga dengan istilah HAM atau Hak Azasi manusia adalah senjata musuh-musuh Islam.

KHILAFAH VS DEMOKRASI

Ketika Rub'iy bin Amr rodiyallohu'anhu bernegosiasi dengan Panglima Angkatan bersenjata Persia bernama Rustum,beliau menyampaikan tiga pesan yang menjadi ucapan legendaries dalam sejarah Islam. Point ketiga dari pesan beliau berbunyi sebagai berikut : “sesungguhnya Alloh mengutus kami (umat islam) untuk mengeluarkan hamba2 Alloh (umat manusia) dari kedzoliman berbagai dien menuju keadilan Islam. Ihsan Tanjung menyatakan dalam penafsirannya bahwa seringkali kata dien diterjemahkan dengan istilah agama.

Sebab agama pada galibnya diasosiasikan dengan agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, dan lain sebagainya yang semuanya hanya terbatas pada system religi atau system keyakinan. Sedangkan kata dien berarti system hidup (way of life) dimana system religi hanya merupakan salah satu bagian daripadanya. Contoh way of life adalah Komunisme, Kapitalisme, Liberalisme, Sosialisme, Nasionalisme, Demokrasi, Theokrasi, dan tentu saja Islam termasuk didalamnya. Jika kita lihat dinegara kita yang menganut system hidup/way of life nya adalah system hidup yang berasaskan Demokrasi yang akan melahirkan paham Kapitalis dan Sekuleris yang akan menjadikan kedzoliman2 terhadap rakyatnya. Berbeda dengan system hidup yang diasaskan oleh dien al_Islam (Khilafah Al-islamiyah).

Perbedaannya ialah bahwa berbagai dien selain Al_Islam merupakan dien buatan manusia atau Man-made way of life. Sementara Islam merupakan satu-satunya dien ciptaan Alloh sehingga ia disebut Dienulloh atau Alloh-made way of life. Seluruh dien buatan manusia atau Man made pasti mengandung ketidaksempurnaan. Sebab ia dibuat oleh manusia yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan. Sedangkan Islam merupakan dien yang sempurna karena diciptakan oleh Alloh Yang Maha Sempurna yang akan mengantarkan manusia kedalam hidup yang penuh dengan keadilan. Saatnya bagi kita untuk berpikir manakah yang lebih baik antara Man-made (Demokrasi dsb) dan Alloh-made (al-Khilafah al-Islamiyah). Wallohu a’lam bishowwab.

HIKMAH ISRO MIROJ

Sebagai Muslim sejati yang diberikan berbagai ilmu pengetahuan oleh Alloh SWT, kita mestinya kritis terhadap pandangan-pandangan serta pemikiran pendapat para orientalis yang selalu menyalahgunakan dan memutarbalikkan fakta sejarah yang benar-benar haqiqi yang tertuang dalam kitab al-Qu'an Yang Maha Mulya yang notabenenya adalah berisi dari firman-firman Alloh SWT, Robb Yang Maha mengatur dan mengurusi segala ciptaanNya dilangit dan dimuka bumi beserta isinya.

Diantara pandangan dan pemikiran pendapat para orientalis itu ialah mereka dengan semena-mena menafsirkan ayat-ayat Alloh SWT dengan sekehendak mereka, termasuk ayat yang dijelaskan dalam terjemahan diatas mengenai Isro' Mi'rojnya Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa dalam peristiwa Isro' Mi'roj ini Alloh SWT telah memberjalankan Rosululloh SAW dari Masjidil Harom di Makkah ke Masjidil Aqso di Palestina sebagai Isro'nya menuju Sidrotul Muntaha sebagai Mi'rojnya dalam keadaan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar mimpi sebagaimana yang dijadikan pemikiran oleh para orientalis, dan dalam waktu yang begitu singkat hanya dengan sepertiga malam saja. Dan ini menunjukkan atas keagungan serta kemahahebatan Alloh SWT sebagai Kholiq atas ciptaanNya.

Dari peristiwa agung ini, banyak sekali hikmah yang bisa dijadikan ibroh bagi kita semua sebagi ummat beliau setelah meralisasikan suatu kewajiban dari peristiwa ini yaitu sholat lima waktu. Dari sekian banyaknya hikmah peristiwa isro mi'raj ini, maka sedari awal dikabarkannya peristiwa ini oleh nabi Muhammad sendiri, maka banyak dari para sahabat beliau yang tidak mempercayainya bahkan banyak dikalangan mereka yang kembali menjadi murtad.

Adalah Abu Bakar salah satu sahabat dekat beliau yang pertama kali mempercayai peristiwa ini hingga ketika Abu Bakar ditanya oleh para sahabat Umar bin Khotob tentang peristiwa iini, beliau (Abu Bakar) menjawab, andaikan Apa yang dikatakan Muhammad dalam peristiwa ini (isro mi'raj) lebih menakjubkan dari itu semua maka sku pasti mempercayainya. Dengan kejadian ini maka nabi Muhammad member gelar Assidiq kepada Abu Bakar sebagai orang yang pertama kali mempercayai kejadian agung ini.

Diantara hikmah isro mi'raj ini dapat diambil kesimpulannya karena begitu banyak hikmah yang ada dalamnya.

Sholat

Shalat adalah salah satu ritual ibadah mahdoh yang langsung berhubungan dengan Allah. Yang diwajibkan oleh Allah sebagai syariatNya kepada Nabi Muhammad saw dan terhadap ummatNya di muka. Bumi sholat juga merupakan suatu amalan utama yang pertama kali diperhitungkan (dihisab) di hari mahsyar nanti. Sejatinya dengan adanya isro mi'raj ini yang diperingati setiap tahun menjadikan kita lebih bersemangat meningkatkan amalan sholat karena sholat adalah pangkal dari semua hikmah isro mi'raj yang bersifat vertical (hablumminallah) dan horizontal (hablumminannas) atas realisasinya.

Sebagi jalan vertical shalat merupakan suatu amalan kewajiban yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. sebagai kholikul insan. Dengan ini shalat apapun yang ada dalam diri manusia dari suka dukanya mengarungi cobaan kehidupan, bila dicurahkan dalam do'a kepadaNya hingga Allah memberikan kemudahan atas segala kesulitan yang dihadapi.

Realisasi sholat juga tercipta dalam suatui kontak horizontal. Jika kita nilai dalam semua gerakan-gerakan sholat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan dalam keadaan berdiri, ini menandakan bahwa kita mengucapkan keagungan Allah atas ci[taannya. Yang kemudian direnungi dan diyakini atas keimanan kita kepadaNya dengan beristiqomah kepada Allah Swt. (beriman) dan beristiqomah berbuat baik terhadap manusia 9realisasi islam/muslim).

Ketika dalam keadaan ruku sebagi tanda tawadlunya kita terhadap sesame manusia, begitupun dalam sujud menandakan sesame manusioa tercipta sama dihadapan Allah sebagai mahlukNya dan hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan mendapat kemuliaan dariNya.

HIKMAH ISRO MIROJ

Sebagai Muslim sejati yang diberikan berbagai ilmu pengetahuan oleh Alloh SWT, kita mestinya kritis terhadap pandangan-pandangan serta pemikiran pendapat para orientalis yang selalu menyalahgunakan dan memutarbalikkan fakta sejarah yang benar-benar haqiqi yang tertuang dalam kitab al-Qu'an Yang Maha Mulya yang notabenenya adalah berisi dari firman-firman Alloh SWT, Robb Yang Maha mengatur dan mengurusi segala ciptaanNya dilangit dan dimuka bumi beserta isinya.

Diantara pandangan dan pemikiran pendapat para orientalis itu ialah mereka dengan semena-mena menafsirkan ayat-ayat Alloh SWT dengan sekehendak mereka, termasuk ayat yang dijelaskan dalam terjemahan diatas mengenai Isro' Mi'rojnya Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa dalam peristiwa Isro' Mi'roj ini Alloh SWT telah memberjalankan Rosululloh SAW dari Masjidil Harom di Makkah ke Masjidil Aqso di Palestina sebagai Isro'nya menuju Sidrotul Muntaha sebagai Mi'rojnya dalam keadaan dirinya sendiri, bukan hanya sekedar mimpi sebagaimana yang dijadikan pemikiran oleh para orientalis, dan dalam waktu yang begitu singkat hanya dengan sepertiga malam saja. Dan ini menunjukkan atas keagungan serta kemahahebatan Alloh SWT sebagai Kholiq atas ciptaanNya.

Dari peristiwa agung ini, banyak sekali hikmah yang bisa dijadikan ibroh bagi kita semua sebagi ummat beliau setelah meralisasikan suatu kewajiban dari peristiwa ini yaitu sholat lima waktu. Dari sekian banyaknya hikmah peristiwa isro mi'raj ini, maka sedari awal dikabarkannya peristiwa ini oleh nabi Muhammad sendiri, maka banyak dari para sahabat beliau yang tidak mempercayainya bahkan banyak dikalangan mereka yang kembali menjadi murtad.

Adalah Abu Bakar salah satu sahabat dekat beliau yang pertama kali mempercayai peristiwa ini hingga ketika Abu Bakar ditanya oleh para sahabat Umar bin Khotob tentang peristiwa iini, beliau (Abu Bakar) menjawab, andaikan Apa yang dikatakan Muhammad dalam peristiwa ini (isro mi'raj) lebih menakjubkan dari itu semua maka sku pasti mempercayainya. Dengan kejadian ini maka nabi Muhammad member gelar Assidiq kepada Abu Bakar sebagai orang yang pertama kali mempercayai kejadian agung ini.

Diantara hikmah isro mi'raj ini dapat diambil kesimpulannya karena begitu banyak hikmah yang ada dalamnya.

Sholat

Shalat adalah salah satu ritual ibadah mahdoh yang langsung berhubungan dengan Allah. Yang diwajibkan oleh Allah sebagai syariatNya kepada Nabi Muhammad saw dan terhadap ummatNya di muka. Bumi sholat juga merupakan suatu amalan utama yang pertama kali diperhitungkan (dihisab) di hari mahsyar nanti. Sejatinya dengan adanya isro mi'raj ini yang diperingati setiap tahun menjadikan kita lebih bersemangat meningkatkan amalan sholat karena sholat adalah pangkal dari semua hikmah isro mi'raj yang bersifat vertical (hablumminallah) dan horizontal (hablumminannas) atas realisasinya.

Sebagi jalan vertical shalat merupakan suatu amalan kewajiban yang langsung berhubungan dengan Allah SWT. sebagai kholikul insan. Dengan ini shalat apapun yang ada dalam diri manusia dari suka dukanya mengarungi cobaan kehidupan, bila dicurahkan dalam do'a kepadaNya hingga Allah memberikan kemudahan atas segala kesulitan yang dihadapi.

Realisasi sholat juga tercipta dalam suatui kontak horizontal. Jika kita nilai dalam semua gerakan-gerakan sholat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan dalam keadaan berdiri, ini menandakan bahwa kita mengucapkan keagungan Allah atas ci[taannya. Yang kemudian direnungi dan diyakini atas keimanan kita kepadaNya dengan beristiqomah kepada Allah Swt. (beriman) dan beristiqomah berbuat baik terhadap manusia 9realisasi islam/muslim).

Ketika dalam keadaan ruku sebagi tanda tawadlunya kita terhadap sesame manusia, begitupun dalam sujud menandakan sesame manusioa tercipta sama dihadapan Allah sebagai mahlukNya dan hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan mendapat kemuliaan dariNya.

Demokrasi

Setelah pesta demokrasi tanggal 9 april lalu, pemerintah dan rakyat Indonesia kini bersiap untuk menghadapi pesta demokrasi berikutnya pada pilpres kini yang sudah kita ketahui hasilnya. Namun apa demokrasi ini telah cukup memberi pengaruh pada bangsa ini?

Fenomena pileg yang lalu nampaknya menjadi cermin bahwa pesta demokrasi Indonesia belum mencapai kematangan sebab permasalahan yang terjadi menunjukan lemahnya partisipasi rakyat.

Tidak lengkapnya dapat bisa dibilang membuat hasil rekapitulasi suara jadi tidak mewakili suara rakyat pada umumnya. Hal semacam ini banyak dimanfaatkan para caleg dan simpatisan parpol untuk memanipulasi jumlah suara.

Maka apakah ini menguntungkan bagi rakyat? Bahkan dikabarkan diberbagai media massa sebagian besar masyarakat justru tidak paham dengan yang mereka pilih. Hal ini disebabkan karena banyak dari DPT yang tingkat keilmuannya tidak sesuai hingga mereka tidak paham tentang pesta demokrasi bangsa ini.

Jika kita lihat dan dengar suara rakyat di berbagai media massa rakyat hanya bilang “ingin sejahtera” harapan yang singkat ini membuat rakyat sering kali tidak peduli siapapun yang akan memimpin tersebut mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan mereka, maka apakah pemilu diperlukan jika rakyat saja kebanyakan tidak peduli?

Oleh sebab itu menurut saya memilih seorang pemimpin akan lebih berkualitas jika pilihan tersebut diserahkan pada orang-orang yang berkompeten dan tidak memihak pada ideology partai manapun atau pihak manapun. Atau singkatnya gunakan system musyawaroh. Dan cara seperti ini juga akan meminimalkan penghamburan dana yang besar yang hanya digunakan untuk kampanye sementara banyak rakyat yang kelaparan bahkan kemiskinan semakin meningkat.

Hal ini mryakinkan kita bahwa, sisitem demokrasi bukan saja tidak efisien dan, karena menghabiskan dana yang cukup besar juga tidak efektif , karen hasil dari demokrasi ini ternyata tidak menghasilkan pemimpinyang berkualitas tatapi sebaliknya Bahkan dengan marknya money politik, cenderung yang banyak uanglah yang akan menduduki kursi kepemimpinan.

Harapan saya semoga apa yang ditulis ini mampu menambah wawasan dan bahan pertimbangan, juga menjadi motivasi bagi para generasi penerus bangsa dalam berpartisipasi terhadap pembangunan bangsa ini. Amiieen………!!![as]

URGENSI TAQWA

Mengutip dari sebuah kitab Al-Mufrodat Fii Ghoriibil Qur'an Karya Abu al-Qosim al-Husaini bin Muhammad yang dikenal dengan panggilan ar-Roghiib al-Isfahani menjelaskan: kata at-Taqwa yang asal kata waqo__al-wiqooyah adalah memelihara sesuatu dari hal-hal yang akan menyakiti dan merusaknya. Dikatakan Waqoitu asy-syay'a aqiihi wiqooyatan wa wiqoo'an (aku memelihara sesuatu); Fa waqoohumulloh (Maka, Alloh memelihara mereka); wa waqoohum 'adzaabassa'iir (dan Dia memelihara mereka dari siksaan neraka); quu anfusakum wa ahliikum naaroo (peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka).

At-taqwa (ketaqwaan) adalah menjadikan jiwa dalam pemeliharaan dari hal-hal yang ditakutkan. Inilah kajiannya. Dalam definisi syariat, at-taqwa adalah pemeliharaan jiwa dari hal-hal yang membuat dosa. Hal itu dilakukan dengan meninggalkan segala larangan, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian perbuatan harom berdasarkan riwayat: “Kehalalan itu jelas dan keharoman juga jelas. Barangsiapa mengelilingi perlindungan, maka ia lebih pantas jatuh kedalamnya”.

Al-Qur'an memfokuskan pentingnya ketaqwaan dalam banyak ayat. Diantaranya adalah ayat-ayat berikut:”Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al Hasyr/59 ayat 18). Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Alloh adalah orang yang bertaqwa diantara kalian. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurot/49 ayat 13).

Di akhir ayat ini, Alloh SWT mengingatkan bahwa kemuliaan yang haqiqi hanyalah dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Substansi kedekatan kepada Alloh SWT berputar pada poros ketaqwaan, bukan poros tingkatan-tingkatan keduniaan berupa harta, harta, pangkat, keturunan, dan leluhur. Hal itu karena manusia dijadikan selalu mencari sesuatu yang membedakannya dari selainnya dan mengistimewakannya diantara teman-temannya berupa kemuliaan dan kehormatan.

Kebanyakan orang karena keterkaitan dengan kehidupan dunia melihat kemuliaan dan kehormatan dalam aspek-aspek kehidupan materi berupa harta, kecantikan, keturunan, leluhur dan sebagainya, sehingga mereka mencurahkan segala upaya untuk mencari dan memperolehnya untuk saling membanggakan diri dengannya dan mengungguli orang lain. Ini merupakan aspek-aspek yang bersifat ilusi yang tidak mendatangkan kemuliaan dan kehormatan kepada mereka sedikitpun selain menjatuhkan mereka kedalam kebinasaan dan kesengsaraan. Kemuliaan yang haqiqilah yang membawa manusia pada kebahagiannya yang haqiqi dan kehidupannya yang baik lagi abadi disisi Alloh Yang Maha Mulia.

Hal itu hanya dapat dicapai dengan ketaqwaan kepada Alloh SWT dan merupakan satu-satunya cara menuju kebahagiaan dinegeri akhirat, serta diikuti kebahagiaan di dunia. Alloh SWT berfirman: “Kalian menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Alloh mengendaki akhirat (QS. Al-Anfal/8 ayat 64). Jika kemuliaan hanya diperoleh dengan ketaqwaan maka manusia yang paling mulia disisi Alloh SWT adalah orang yang paling bertaqwa, sebagaimana yang telah dinyatakan dalam ayat-ayat yang penuh berkah itu.

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Alloh SWT untuk selalu beristiqomah dalam ketaqwaan guna mencapai derajat kemuliaan disisi-Nya. Amin Ya Robbal 'aalamiin

MENDENGAR DAN TAAT

Dalam al Quran cukup banyak ayat yang menggambarkan sikap kaum mu'min . Dalam Q.S. An-Nur [24]; 51-52, ayat ini termasuk salah satu di antaranya. Oleh ayat ini karakter kaum mu'min digambarkan bersikap sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami ta'at) terhadap seruan dan segala keputusan syari'ah. Mendengar dan ta'at adalah dua sifat yang melekat secara bersama-sama pada diri kaum mu'min.

Mendengar adalah salah satu metode paling penting untuk memahami sebuah seruan . jika tidak mendengar dan menyimak sebuah seruan, mustahil seseorang bisa memenuhi seruan itu, dan pemahaman atas sebuah seruan menjadi kunci utama untuk melaksanakan sebuah seruan Allah Swt, dan ketika al Quran di bacakan di perintahkan agar mendengarkanya dengan baik dan memperhatikanya dengan tenang, tidak aneh jika kesedian mendengar dan memahami seruan syariah itu menjadi salah satu karakter utama kaum mu'min. Mereka berupaya sungguh-sungguh untuk mendengar dan menyimak setiap seruan syariah hingga memperoleh kesimpulan yang benar.

Karakter ini bertolak belakang dengan karakter kaum kafir. Mereka memang memiliki akal mata dan telinga, tetapi mereka tidak mau menggunakan semua perangkat itu untuk memahami ayat Allah swt. dan mereka sangat enggan atau bahkan menolak untuk mendengarkan seruan Allah Swt. dan RosulNya karena ditelinga mereka seolah ada sumbatan yang membuat mereka tidak bisa mendengarnya.

Tidak sebatas mendengarkan seruan syariah, karakter mu'min juga bersedia untuk mentaatinya mereka menta'ati dan mengikuti ketetapan syari'ah tanpa menimbang dengan akal dan nafsunya, Apakah ketetapan syariah itu menguntungkan atau merugikan mereka, menyenangkan atau menyusahkan mereka. Mereka siap menerima dengan lapang dada apapun keputusan syariah.

Siapapun yang mengaku beriman maka keimananya harus diwujudkan dalam bentuk amal sholeh, amal yang sejalan dengan syari'ah dan dilandasi dengan niat ikhlas mencari keridhaaNya. Al Quran banyak menjelaskan iman dan amal sholeh secara beriringan dan mengaitkan amal perbuatan dengan keimanan, jadi hasilnya sami'na wa atha'na memang benar-benar merupakan karakter ciri khas mu'min yang membedakan dengan kaum kafir ,fasiq ,munafiq dan dzolim. .[as]